Batal Ikut European Super League, Saham MU Nyungsep

Oleh Thomas pada 21 Apr 2021, 10:30 WIB
Diperbarui 21 Apr 2021, 10:30 WIB
ilustrasi logo manchester united
Perbesar
ilustrasi logo manchester united (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta- Manchester United baru saja memutuskan mundur dari Liga Super Eropa atau European Super League. Langkah MU ini membuat harga saham mereka turun cukup signifikan.

MU bersama lima klub Liga Inggris lainnya yakni Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal dan Tottenham Hotspur memutuskan batal ikut European Super League pada Selasa (20/4/2021) malam waktu Inggris.

Keputusan MU dan lima klub Inggris lainnya ini diduga karena mendapat tekanan hebat dari fans dan juga pemerintah Inggris. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menolak ide European Super League.

Menurut laporan Sky Sports, saham MU mengalami penurunan 6,60 persen menjadi 16,12 USD per lembar pada Selasa sore waktu setempat. Penurusan saham sudah terjadi sejak isu mundurnya klub-klub Liga Inggris dari European Super League mencuat.

Saham MU dan peserta lain Juventus sempat melonjak tajam saat pengumuman Liga Super Eropa pada Minggu (18/4/2021). Pasalnya klub peserta akan mendapat kucuran dana segar dalam jumlah besar.

 

2 dari 4 halaman

Ide

Logo Ilustrasi MU
Perbesar
Suasana di luar kandang Manchester United (MU), Old Trafford. (AFP/Oli Scarff)

European Super League awalnya direncanakan jadi tandingan Liga Champions. Liga Super Eropa ini bakal diikuti 20 klub dan dimulai Agustus 2021.

Di awal kemunculannya ada 12 klub yang sudah bersedia ikutan. Ke-12 klub awal adalah AC Milan, Arsenal, Atletico Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Real Madrid dan Tottenham Hotspur.

Mereka akan menjadi peserta tetap bersama tiga klub lain. Ke-15 klub berstatus pendiri Liga Super Eropa. Nantinya akan ada lima klub tidak tetap yang bisa berganti tiap musimnya.

3 dari 4 halaman

Ditunda

Namun dengan mundurnya enam klub Liga Inggris, European Super League akhirnya ditunda dan tak jadi jalan tahun 2021.

Adanya European Super League juga membuat UEFA kelabakan. Mereka akan mengubah format Liga Champions dengan menghadirkan hadiah yang lebih banyak.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Ini

Lanjutkan Membaca ↓