Liga Super Eropa Diluncurkan : UEFA Tebar Ancaman, FIFA Menolak Secara Halus

Oleh Marco Tampubolon pada 19 Apr 2021, 11:55 WIB
Diperbarui 19 Apr 2021, 11:55 WIB
UEFA
Perbesar
Logo UEFA. (Dok. UEFA)

Liputan6.com, Jakarta Kehadiran European Super League atau Liga Super Eropa mendapat penolakan dari berbagai induk olahraga sepak bola internasional. Dari FIFA, UEFA, hingga FA mengharamkan kompetisi tersebut.

UEFA otoritas tertinggi sepak bola di Benua Biru mengaggap Liga Super Eropa sebagai breakaway league. Status ini sempat disematkan kepada Indonesia Premier League (IPL) beberapa waktu lalu. 

Seperti dilansir dari AS, UEFA juga mengancam akan menjatuhkan sanksi berat bagi tim-tim yang terlibat. UEFA juga segera menggandeng anggota-anggotanya, seperti FA (Inggris), FIGC (Italia), dan RFEF (Spanyol). Saat meluncurkan pernyataan resminya UEFA juga menggandeng para operator kompetisi dari berbagai negara, seperti Premier League, LaLiga, hingga Lega Serie A. 

"Jika ini terjadi, kami ingin menegaskan kembali bahwa kami .... (dan) juga FIFA dan semua asosiasi anggota kami - akan tetap bersatu dalam upaya kami untuk menghentikan proyek sinis ini, sebuah proyek yang didirikan atas dasar kepentingan pribadi dari beberapa klub pada saat masyarakat membutuhkan solidaritas lebih dari sebelumnya, "kata UEFA sembari merilis proposal Liga Super Eropa.

"Kami akan mempertimbangkan semua tindakan yang ada bagi kami, di semua tingkatan, baik peradilan dan olahraga untuk mencegah hal ini terjadi. Sepak bola didasarkan pada kompetisi terbuka dan prestasi olahraga; tidak bisa dengan cara lain," UEFA menambahkan lewat Twitter resminya. 

UEFA juga berterima kasih kepada klub yang menolak terlibat dalam kelahiran Liga Super Eropa. Selain itu, UEFA juga sudah menyiapkan sanksi tegas bagi mereka yang masih ngotot mengikuti liga ini. 

"Kami berterima kasih kepada klub-klub di negara lain, terutama klub Prancis dan Jerman, yang telah menolak untuk mendaftar. Kami juga menyerukan kepada semua pecinta sepak bola, suporter dan politisi, untuk bergabung dengan kami dalam memerangi proyek semacam itu jika itu ingin diumumkan. Kepentingan pribadi beberapa orang ini berlangsung terlalu lama. Sudah cukup."

"Klub yang ikut akan dilarang bermain di kompetisi lain di tingkat domestik, Eropa atau dunia, dan pemain mereka bisa ditolak untuk mewakili tim nasional mereka," UEFA menebar ancaman. 

 

 

2 dari 4 halaman

FIFA Menolak

logo fifa
Perbesar
Logo FIFA. (AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI)

Terpisah, FIFA selaku induk olahraga tertinggi di dunia menggunakan cara yang lebih halus. Lembaga yang bermarkas di Swiss itu mengaku mendukung setiap upaya penggalangan solidaritas di sepak bola. Hanya saja, FIFA juga tidak setuju bila ada liga yang digulirkan tanpa persetujuan dari induk federasi. 

"... FIFA ingin mengklarifikasi bahwa ia mendukung solidaritas dalam sepak bola dan model redistribusi yang adil yang dapat membantu mengembangkan sepak bola sebagai olahraga ...," tulis FIFA.

"... FIFA hanya dapat menyatakan ketidaksetujuannya kepada "liga yang memisahkan diri dari Eropa" di luar struktur sepak bola internasional ...," FIFA menambahkan melalui akun Twitter-nya. 

3 dari 4 halaman

Diikuti 12 Tim

European Super League atau Liga Super Eropa resmi diumumkan ke publik pada 18 April 2021. Website resminya juga sudah muncul. Kompetisi ini bakal menandingi Liga Champions.

Liga Super Eropa ini digagas oleh beberapa klub top Eropa. Nantinya kompetisi akan diikuti 20 klub Eropa dan bertanding setiap pertengahan pekan (mirip Liga Champions).

Sejauh ini sudah ada 12 tim yang diumumkan sebagai peserta Liga Super Eropa. Peserta berasal dari Spanyol, Inggris dan Italia.

Ke-12 Peserta adalah AC Milan, Arsenal, Atletico Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Real Madrid dan Tottenham Hotspur.

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video menarik di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓