Didepak PSG, Munchen Ratapi Kesalahan di Leg Pertama

Oleh Thomas pada 14 Apr 2021, 09:30 WIB
Diperbarui 14 Apr 2021, 09:30 WIB
Neymar - PSG - Liga Champions
Perbesar
Striker Paris Saint-Germain atau PSG Neymar dikawal ketat bek Bayern Munchen David Alaba pada leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Rabu (14/4/2021) dini hari WIB.(AP Photo/Francois Mori)

Liputan6.com, Jakarta- Bayern Munchen harus menelan pil pahit gagal mempertahankan gelar Liga Champions. FC Hollywood tersingkir di babak perempat final usai kalah saing dengan Paris Saint-Germain.

Munchen gagal lolos ke semifinal meski menang 1-0 di leg kedua yang berlangsung di markas PSG. Secara agregat kedua tim imbang 3-3.

Namun PSG yang berhak lolos ke semifinal karena peraturan gol tandang. PSG mencetak gol tandang lebih banyak. Neymar dan kawan- kawan menang 3-2 di kandang Munchen pekan lalu.

Kegagalan ini membuat kesal pelatih Munchen Hansi Flick. Dia meratapi kesalahan timnya di leg pertama sehingga harus disingkirkan PSG.

"Kami harus menerimanyau, meskipun kami menginginkan hasil yang berbeda. Mengingat leg pertama, dengan semua peluang kami dan yang kami berikan, tanpa gol ketiga, kami yang akan lolos," tutur Flick seperti dikutip dari situs resmi UEFA.

 

2 dari 4 halaman

Fokus ke Bundesliga

Bayern Muenchen Gelar Sesi Latihan
Perbesar
Pelatih Bayern Muenchen, Hansi Flick, mengamati anak asuhnya saat latihan Senin (6/4/2020). Pemuncak klasemen sementara liga Jerman ini berlatih bersama untuk pertamakalinya sejak Bundesliga dihentikan pada 13 Maret karena virus corona. (AFP/Christof Stache)

"Anda melihat betapa berbahayanya mereka dalam menyerang. Sebagai pecundang yang adil, saya ingin memberi selamat kepada mereka."

Usai kegagalan di Liga Champions, Munchen akan fokus untuk mempertahankan gelar di Liga Jerman atau Bundesliga. Mereka memuncaki klasemen dengan keunggulan lima poin dari Red Bull Leipzig.

3 dari 4 halaman

Satu Gelar

Sebelum gagal di Liga Champions, Munchen sudah lebih dahulu tersingkir dari DFB Pokal. Padahal musim lalu mereka menyapu bersih seluruh gelar.

Kini praktis tinggal trofi Bundesliga yang paling mungkin diraih oleh Robert Lewandowski dan kawan-kawan.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Ini

Lanjutkan Membaca ↓