3 Penyesalan Ronaldo Selama Jadi Pesepak Bola Terhebat Sepanjang Masa

Oleh Achmad Yani Yustiawan pada 30 Mar 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 30 Mar 2021, 13:00 WIB
Kaleidoskop Sepak Bola Dunia 2016, Fenomena Leicester dan Kejayaan Ronaldo
Perbesar
DESEMBER - Cristiano Ronaldo memperoleh gelar Ballon d'Or yang keempat dalam kariernya. CR 7 meraih banyak prestasi pada tahun ini, mengantar Portugal juara Piala Eropa dan membawa Real Madrid meraih gelar Liga Champions. (AFP/Franck Seguin)

Liputan6.com, Jakarta Cristiano Ronaldo telah menikmati karier yang gemilang baik untuk klub maupun negaranya. Setelah menjadi sensasi remaja di Sporting Lisbon, dia diikat oleh klub raksasa Liga Inggris Manchester United atau MU.

Di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, Ronaldo berkembang menjadi salah satu pemain terbaik di planet ini. Catatan-catatan rekor selalu mewarnai perjalanan pemain asal Portugal ini.

Ronaldo kemudian menghabiskan sembilan tahun yang sangat sukses di Real Madrid. Bersama klub Liga Spanyol tersebut, dia memenangkan empat gelar Liga Champions di antara berbagai penghargaan pribadi lainnya, sebelum pindah ke Juventus.

Ronaldo sekarang berusia 36 tahun dan meskipun ia masih berhasil mencatatkan angka-angka spektakuler, usianya perlahan-lahan mengikutinya. Grafik kariernya mungkin akan bahan pembuat legenda. Berikut ini ada lima penyesalan karier Ronaldo selama ini.

2 dari 5 halaman

Kalah di Final Liga Champions

Cristiano Ronaldo
Perbesar
Cristiano Ronaldo (kiri) dan Ruud van Nistelrooy membawa Manchester United (MU) menjuarai Piala FA 2004. (AFP/Jim Watson)

MU bisa dibilang tim terbaik di dunia ketika mereka memenangkan Liga Champions pada 2007-08. Sir Alex Ferguson memiliki banyak talenta dan Ronaldo adalah pemain utamanya.

Tim memenangkan tiga gelar Liga Inggris berturut-turut dari 2006-2009 dan Ronaldo memenangkan Ballon d'Or pertamanya pada tahun 2008. Ronaldo ingin sekali mengakhiri kariernya di Manchester United dengan gelar Liga Champions kedua dan dia hampir meraihnya. mendapatkan keinginannya juga.

Diadu melawan Barcelona asuhan Pep Guardiola di final Liga Champions musim 2008-2009, Ronaldo malah tidak bisa memberikan banyak pengaruh saat MU kalah 0-2.

3 dari 5 halaman

Cedera di Final Euro 2016

Portugal vs Azerbaijan
Perbesar
Isyarat Cristiano Ronaldo Portugal selama pertandingan sepak bola kualifikasi grup A Piala Dunia 2022 antara Portugal dan Azerbaijan di Stadion Juventus di Turin, Italia, Rabu, 24 Maret 2021. (Fabio Ferrari / LaPresse via AP)

Portugal dinobatkan sebagai juara di Euro 2016 dan Ronaldo adalah pemain menonjol mereka di semifinal melawan Wales, dengan mencetak gol pertama dan menyiapkan gol kedua. Portugal bermain melawan Prancis di final dan mereka kemudian memenangkan Euro tetapi mereka harus melakukannya tanpa Ronaldo.

Dalam tabrakan dengan Dimitri Payet di menit ke-17, Ronaldo tampil lebih buruk. Lututnya sakit dan dia harus lepas delapan menit kemudian. Ronaldo meneteskan air mata saat dia tertatih-tatih. Dia terkilir MCL-nya dan harus menonton sisa pertandingan dari ruang istirahat.

4 dari 5 halaman

Belum Memenangkan Piala Dunia

Swedia Vs Portugal
Perbesar
Megabintang timnas Portugal, Cristiano Ronaldo merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Swedia pada laga UEFA Nations League A Group 3 di Friends Arena, Stockholm, Selasa (8/9/2020). Portugal kalahkan Swedia 2-0 lewat gol yang dibuat bintang mereka Cristiano Ronaldo. (Janerik Henriksson / TT via AP)

Sama seperti Ronaldo, memenangkan Piala Dunia FIFA adalah impian semua pesepakbola. Tapi sepak bola adalah olahraga tim dan bahkan jika suatu tim memiliki pemain terbaik di dunia dalam barisan mereka, semua individu harus bersatu dan melewati batas bersama. Bisa dikatakan, ada banyak variabel dalam hal memenangkan turnamen.

Jarak terjauh Portugal di Piala Dunia sejak Ronaldo masuk ke timnas adalah semifinal edisi 2006. Mereka tersingkir di babak penyisihan grup pada 2014 dan hanya berhasil mencapai babak 16 besar pada edisi 2010 dan 2018.

Pada saat Piala Dunia 2022 tiba, Ronaldo akan berusia 38 tahun dan kekuatannya akan berkurang. Tapi Portugal memang memiliki banyak pemain sensasional sehingga tidak bijaksana untuk berasumsi bahwa mereka tidak akan bisa memenangkan Piala Dunia pada 2022. Dengan demikian, ini adalah sesuatu yang Ronaldo belum tulis dari daftar penyesalannya. .

5 dari 5 halaman

Simak Video Menarik Ronaldo Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓