Bola Ganjil: Keberatan Nama, Talenta Muda Brasil Gagal Capai Level Tertinggi

Oleh Harley.Ikhsan pada 17 Mar 2021, 00:30 WIB
Diperbarui 17 Mar 2021, 00:30 WIB
Romario - Piala Dunia
Perbesar
Romario (tengah) mengantarkan Brasil juara Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Namanya jadi inspirasi orang tua Negeri Samba untuk menamakan anak mereka. (DANIEL GARCIA / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Turnamen Copa Sao Paulo edisi 2012 menarik perhatian. Bukan karena peristiwa spesial di ajang sepak bola bagi para junior tersebut.

Fenomena hadir berdasar daftar peserta. Kompetisi ternyata bertabur pemain muda yang mirip dengan identitas bintang masa lalu.

Orang tua dari anak-anak tersebut tentu berharap putra mereka bakal mengikuti jejak atau bernasib sama sesuai inspirasi.

Ada 15 remaja bernama Romario. Sosok yang dirujuk jelas Romario de Souza Faria, striker legendaris Brasil yang mencatat prestasi di Eropa bersama PSV Eindhoven dan Barcelona.

Namun, capaian terbesar Romario adalah membawa Brasil memenangkan gelar keempat Piala Dunia. Di Amerika Serikat pada 1994, Romario membentuk tandem maut bersama Bebeto, menjadi pemain terbaik turnamen, sekaligus mengakhiri paceklik 24 tahun Negeri Samba.

 

2 dari 5 halaman

Inspirasi Lain

ilustrasi BOLA GANJIL
Perbesar
ilustrasi BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Romario bukan satu-satunya inspirasi orang tua peserta Copa Sao Paulo 2012. Buktinya, ada peserta bernama Rudigullithi da Silva Henrique, Lynneeker Nakamuta Paes de Albuquerque, Raikard dos Santos Soares, hingga Roberto Baggio Araujo Bastos.

Dari identitas tersebut jelas siapa rujukan bintang masa lalu. Mulai Ruud Gullit, Gary Lineker, Frank Rijkaard, dan Roberto Baggio.

Gullit dan Rijkaard adalah bintang dari Belanda yang bersinar bersama AC Milan dan memenangkan Piala Eropa 1988. Lineker merupakan striker tajam asal Inggris. Sementara Baggio tampil istimewa di Piala Dunia 1994 sebelum kalah tragis melawan Brasil.

 

3 dari 5 halaman

Tidak Sesuai Inspirasi

ilustrasi BOLA GANJIL
Perbesar
BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Sayang, niat orang tua pemain-pemain ini tidak memenuhi harapan. Sang anak tidak ada yang mencapai level seperti inspirasi.

Kini berada di usia emas, Rudigullithi, Lynneeker, Raikard, serta Roberto Bastos seluruhnya gagal mencapai level tertinggi. Begitu pula ke-15 Romario yang tampil di Copa Sao Paulo 2012.

Salah satunya adalah Romario de Souza Faria Filho. Ya, dia adalah putra Romario senior yang kemudian dikenal sebagai Romarinho.

Meski sempat membela Vasco da Gama, Romarinho tidak memiliki karier seperti sang ayah dan kini membela klub Serie D Brasil, Joinville.

 

4 dari 5 halaman

Diikuti 96 Tim

ilustrasi bola ganjil
Perbesar
bola ganjil (Liputan6.com/Abdillah)

Sesuai namanya, turnamen ini diikuti tim junior yang mayoritas berasal dari negara bagian Sao Paulo. Kompetisi edisi 2012 diikuti 96 tim yang dibagi menjadi 24 grup. Ajang berlangsung pada 3-25 Januari.

Corinthians keluar sebagai juara untuk kali kedelapan setelah menaklukkan Fluminense di final.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Timnas Brasil Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓