Ketua Umum PSSI Iwan Bule Tak Masuk Daftar Prioritas Vaksinasi Covid-19, Mengapa?

Oleh Achmad Yani Yustiawan pada 18 Jan 2021, 22:44 WIB
Diperbarui 18 Jan 2021, 23:28 WIB
Launching Shopee Liga 1 2020
Perbesar
Ketum PSSI Mochamad Iriawan (tengah) menghadiri konferensi Pers sekaligus Launcing Shopee Liga 1 2020 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (24/2/2020). Shopee Liga 1 2020 yang berlangsung pada 29 Februari hingga 1 November 2020 tersebut diikuti 18 klub terbaik Indonesia. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto menjelaskan kementeriannya akan memenuhi keinginan PSSI agar timnas Indonesia dapat difasilitasi masuk cabang olahraga yang segera mendapat vaksinasi Covid-19.

"Alhamdulillah kami sudah berkomunikasi dengan baik dengan Kementerian Kesehatan dan juga dalam konteks ini, orang-orang atau personal selevel pelatih timnas Indonesia dan atlet-atlet unggulan lainnya masuk dalam kategori ini," kata Sesmenpora Gatot S Dewa Broto dalam penjelasannya, Senin malam (18/1/2021).

Menurut Sesmenpora, sebelumnya PSSI telah mengajukan 178 nama untuk menjadi prioritas penerima vaksin Covid-19 dari pemerintah. Mereka terdiri dari para pemain, pelatih dan ofisial tim nasional U-16, U-19, U-23 serta senior.

Namun, dari daftar nama tersebut, Gatot memastikan tidak ada sosok Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule. "Pak Ketua Umum PSSI tidak masuk dalam daftar, karena memang harus adil, sama dengan yang lain," kata Gatot.

Rincian lengkapnya, dari timnas U-16, PSSI mendaftarkan nama 30 atlet, empat pelatih dan sembilan anggota tim pendukung. Kemudian dari timnas U-19 ada 27 atlet, lima pelatih dan 18 anggota tim pendukung. Di sini termasuk pelatih asal Korea Selatan Shin Tae-yong.

Lalu, ada 36 atlet dan 10 tenaga pendukung untuk timnas U-23. Terakhir, ada 29 atlet dan 10 anggota tim pendukung dari timnas senior.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

18 Cabor

Gatot S Dewabroto
Perbesar
Sesmenpora Gatot S Dewabroto ucapkan kebanggaan kemenpora yang sukses menggelar Asian Schools Football Championship (ASFC) di Balikpapan (dok: Kemenpora)

Dengan masuknya permohonan PSSI untuk vaksin Covid-19, Kemenpora memastikan sudah ada 18 federasi cabang olahraga yang mengajukan atlet, pelatih serta ofisialnya untuk menjadi prioritas penerima vaksin.

Sebanyak 17 federasi tersebut adalah PBSI (bulu tangkis), PABBSI (angkat besi), Perpani (panahan), PRSI (renang), IPSI (pencak silat), Pelti (tenis), FORKI (karate), TI (taekwondo), PJSI (judo), PBWI (wushu), PBVSI (voli), Perbakin (menembak), Persani (senam), Percasi (catur), PODSI (dayung), PBI (boling) dan PSOI (selancar ombak).

Total ada 1.500 nama yang masuk dalam permohonan dari 17 federasi cabang olahraga tersebut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Syarat Utama

Gatot menyatakan, ada satu hal yang menjadi syarat utama permohonan prioritas vaksin untuk insan olahraga yaitu akan tampil di turnamen internasional.

"Yang menjadi prioritas adalah atlet, pelatih dan ofisial yang akan dikirimkan ke turnamen internasional. Jika tidak, mereka akan menunggu vaksinasi yang sudah diprogramkan pemerintah," tutur dia.

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia dimulai sejak 13 Januari 2021. Pemerintah menegaskan bahwa prioritas utama vaksinasi adalah para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan melawan pandemi.(Ant)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓