Bola Ganjil: Warna-warni Persaingan MotoGP 2016

Oleh Harley.Ikhsan pada 17 Okt 2020, 00:30 WIB
Diperbarui 17 Okt 2020, 00:30 WIB
Andrea Dovizioso
Perbesar
Valentino Rossi (kiri) bersama juara MotoGP Malaysia 2016 Andrea Dovizioso (kanan). (MANAN VATSYAYANA / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - MotoGP 2020 akan dikenang karena berbagai alasan. Salah satunya karena variasi pemenang.

Sudah ada tujuh pemenang dari sembilan seri yang berlangsung. Hanya Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT) yang mampu menjadi juara lebih dari sekali. Dengan kompetisi masih menyisakan lima seri, jumlah tersebut berpotensi bertambah.

Duet Suzuki Ecstar Joan Mir dan Alex Rins sert duo Pramac Ducati Jack Miller dan Francesco Bagnaia sudah menunjukkan potensi untuk menduduki podium tertinggi.

Berlum lagi pembalap gaek Monster Energy Yamaha Valentino Rossi, kuda hitam andalan KTM Pol Espargaro, hingga teranyar rookie dari Repsol Honda Alex Marquez. Nama-nama ini berpeluang melanjutkan fenomena unik pada persaingan MotoGP 2020.

Peristiwa seperti ini jarang terjadi. Namun, bukan berarti belum pernah. Persaingan 2016 merupakan buktinya.

Dalam hal jumlah pemenang balapan, hanya musim tersebut yang mengalahkan sengitnya MotoGP musim ini.

2 dari 5 halaman

Variasi Juara

Jack Miller
Perbesar
Jack Miller lakukan selebrasi shoey di MotoGP Belanda 2016. (Istimewa)

Ada sembilan juara balapan pada MotoGP 2016. Sebanyak lima di antaranya hanya berjaya sekali.

Daftarnya adalah Miller (Belanda), Maverick Vinales (Inggris), Andrea Dovizioso (Malaysia), Andrea Iannone (Austria), dan Dani Pedrosa (San Marino). Hingga kini, capaian tersebut masih menjadi satu-satunya kesuksesan bagi Miller dan Iannone.

Rossi (Spanyol, Catalunya) dan Cal Crutchlow (Republik Ceko, Austria) sama-sama perkasa di dua seri. Jorge Lorenzo (Qatar, Prancis, Italia, Valencia) menguasai empat ajang.

Sementara Marc Marquez (Argentina, AS, Jerman, Aragon, Jepang) memenangkan lima balapan untuk jadi juara dunia MotoGP ketiga sepanjang kariernya.

3 dari 5 halaman

Perbandingan 2020

MotoGP
Perbesar
Marc Marquez (kanan), salah memilih ban dan akhirnya kalah dari Cal Crutchlow (tengah) dan Valentino Rossi (kiri) di MotoGP Brno 2016. (AFP/Michal Cizek)

Sengitnya persaingan 2016 membuat peringkat pertama (Marquez) dan kedua (Rossi) cuma dipisahkan 49 poin. Belum diketahui berapa selisih antara posisi 1-2 di akhir musim ini. Sampai seri Prancis jaraknya hanya 10 angka.

Nominal itu menjadi salah satu cerita menarik dari Kejuaraan Dunia Balap Motor paling bergengsi pada 2020. Pandemi Covid-19 membuat kompetisi berantakan seperti berbagai aspek kehidupan lainnya.

Akibatnya, lomba harus ditunda dari semula Maret menjadi Juli. Jumlah seri juga harus dipangkas dan seluruhnya berlangsung di Eropa, serta mayoritas digelar tanpa penonton.

Sang juara bertahan Marc Marquez dari Repsol Honda terlibat kecelakaan pada ajang pembuka sehingga melewatkan lomba hingga Oktober.

4 dari 5 halaman

Kemenangan Pertama

Miguel Oliveira
Perbesar
Pembalap KTM Tech 3, Miguel Oliveira, menjuarai balapan MotoGP Styria di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (23/8/2020). (AFP/Joe Klamar)

Absennya Marquez membuka pintu bagi empat pembalap meraih kemenangan pertama dalam karier yakni Quartararo, Brad Binder (KTM), Miguel Oliveira (Tech 3 KTM), dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT).

Tidak kalah penting adalah kemenangan pertama bagi KTM. Berbekal kesuksesan Binder dan Oliveira, pabrikan asal Austria itu siap menjadi penantang serius bagi nama-nama mapan asal Jepang.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video MotoGP Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓