Mike Tyson Bantah Jadi Mualaf Saat Berada di Penjara

Oleh Marco Tampubolon pada 02 Okt 2020, 23:12 WIB
Diperbarui 03 Okt 2020, 01:13 WIB
Mike Tyson
Perbesar
Mike Tyson. (AFP/James Gilbert)

Liputan6.com, Jakarta Mantan juara dunia tinju kelas berat, Mike Tyson meluruskan kabar mengenai perkenalannya dengan Islam. Petinju berjuluk Si Leher Beton itu membantah menjadi mualaf saat berada di penjara.

Selama ini Tyson disebut-sebut mengenal Islam saat dipenjara akibat tuduhan pemerkosaan 1992-1995 lalu. Sejumlah sumber menyebut, Tyson menemukan hidayah dan memutuskan menjadi mualaf

Setelah itu, dia kemudian mengubah namanya menjadi Malik Abdul Aziz.

Namun kabar ini dibantah langsung oleh Tyson dalam perbincangan dengan Susi Pudjiastuti yang disiarkan secara langsung oleh MolaTV, Jumat malam (2/10/2020). Dalam acara yang bertajuk Life Lesson from The Champ itu, Tyson menganggap kabar itu bohong dan tidak benar sama sekali. 

"Itu cerita yang salah. Saya sudah menjadi muslim sebelum masuk penjara," kata Tyson. 

Pada kesempatan tersebut, Tyson juga mengaku belum mengganti kepercayaannya. 

"Sampai saat ini, saya masih seorang Muslim," kata Tyson. 

 

2 dari 4 halaman

Juara Dunia Kelas Berat Termuda

Mike Tyson Vs Evander Holyfield
Perbesar
Mike Tyson dan Evander Holyfield kembali berduel di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas pada 28 Juni 1997. Akan tetapi, laga akbar ini harus dihentikan pada ronde ketiga, karena Tyson menggigit kuping Holyfield. (AFP/JEFF HAYNES)

Tyson merupakan juara dunia tinju kelas berat termuda sepanjang masa. Pria yang dijuluki si Leher Beton itu merebutnya saat masih berusia 20 tahun 150 hari pada 22 November 1986 lalu. Kebehasilan ini sekaligus jadi pintu gerbang menuju kesuksesan di tinju profesional yang mengubah nasibnya.

Namanya terus melambung. Harta dan kekayaan menyusul. Remaja bengal dari Brooklyn, Amerika Serikat itu pun berubah menjadi sosok populer di dunia.

 

 

3 dari 4 halaman

Terpuruk dan Kembali Bangkit

Namun bukan pukulan lawan yang mebuat Tyson jatuh. Tantangan terberat justru datang dari kehidupan sehari-hari dan berulang kali Tyson kalah. Perilaku yang 'ugal-ugalan' tak hanya menyeretnya ke sejumlah perkara. Kariernya juga hancur dan nama besarnya juga tercemar.

Di luar ring, Tyson beberapa kali berurusan dengan pengadilan. Mulai dari tindak kekerasan dalam rumah tangga, pemerkosaan, hingga perkelahian jalanan. Keuangannya hancur. Pada tahun 2003, Tyson mengaku bangkrut dan mengajukan kepailitan ke pengadilan di Manhattan, Amerika Serikat.

Perlahan, Tyson kembali bangkit. Dengan tenaga yang tersisa, dia membangun kembali kehidupannya. Di luar tinju, pria yang mengubah namanya menjadi Malik Abdul Aziz itu aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari terjun ke dunia perfiliman hingga menggarap acara podcast Hotboxin di kanal YouTube.

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video menarik di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓