Borneo FC Lakoni Tes Swab sebelum Bertolak ke Madura

Oleh Liputan6.com pada 28 Sep 2020, 19:30 WIB
Diperbarui 28 Sep 2020, 19:30 WIB
Borneo FC
Perbesar
Borneo FC di Shopee Liga 1 2020. (dok. Borneo FC)

Liputan6.com, Samarinda Seluruh penggawa Borneo FC Samarinda menjalani tes usap Covid-19, Senin (28/9/2020). Tes swab ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kesehatan pemain sebelum terbang ke Madura akhir bulan ini.

Manajer Borneo FC Farid Abubakar menyatakan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan ketat agar tidak ada pemain yang terjangkit Covid-19. Apalagi saat kompetisi mulai berlanjut pekan depan.

“Kami ingin semua pemain dalam kondisi sehat sebelum berangkat ke Madura. Ini bukan hanya demi pemain atau tim, tetapi juga keselamatan orang banyak,” ujarnya seperti dilansir situs resmi Borneo FC.

Rencananya, Guy Junior dan kawan-kawan akan bertolak ke Madura pada 30 September 2020 mendatang. Borneo FC akan bertamu ke kandang Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan.

Laga perdana lanjutan Shopee Liga 1 2020 ini akan dihelat pada 2 Oktober 2020. Borneo FC mengaku sudah siap untuk melakoni laga ini dan akan memberikan yang terbaik.

2 dari 4 halaman

Waspada

Nuriddin Davronov
Perbesar
Gelandang Borneo FC, Nuriddin Davronov, terpaksa bertahan di Samarinda, Kalimantan Timur, karena negaranya memberlakukan sistem lockdown selama pandemi virus corona. (dok. Borneo FC)

Meski sudah menerapkan protokol kesehatan, Farid mengaku masih was-was terhadap penyebaran virus ini. Terlebih penggawa Borneo FC baru melakoni laga uji coba kontra Persiba Balikpapan beberapa waktu lalu.

“Memang pemain Persiba juga menjalani tes swab sebelum uji coba dan hasilnya negatif semua. Tapi kita semua tak tahu, sebab bisa saja pemain terjangkit dari orang lain,” tuturnya.

3 dari 4 halaman

Protokol Kesehatan Ketat

Muhammad Fajar Fathur Rahman
Perbesar
Bintang Timnas Indonesia U-19, Muhammad Fajar Fathur Rahman, bergabung dengan Borneo FC pada 9 September 2020 dan menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun.

Farid berjanji akan terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat demi keamanan para pemain. Ia tidak ingin kasus yang dialami oleh pemain Persik Kediri dialami juga oleh skuatnya.

Sebelumnya diketahui bahwa salah satu pemain Persik, Andri Ibo, dinyatakan reaktif. Andri Ibo diketahui reaktif tanpa gejala, namun Farid tidak mengetahui apakah itu berasal dari tes swab atau rapid test.

“Makanya kami mengantisipasi dini masalah ini. Sebenarnya bisa saja lewat rapid test, tetapi akan lebih maksimal mengetahui kondisi pemain lewat tes swab. Sebab hasilnya akan lebih akurat,” ungkapnya.

Farid juga berharap hasil tes swab yang dilaksanakan hari ini tidak ada pemain yang reaktif. Semoga semua pemain diberi kesehatan agar bisa bertanding di laga perdana lanjutan kompetisi nanti.

 

Penulis

Dzaky Nurcahyo

Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

4 dari 4 halaman

Simak Video Borneo FC Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓