Juara Dunia F1 Lewis Hamilton Bentuk Tim Balap Off Road Mobil Listrik

Oleh Marco Tampubolon pada 08 Sep 2020, 15:30 WIB
Diperbarui 08 Sep 2020, 15:30 WIB
Lewis Hamilton
Perbesar
Pembalap Mercedes Lewis Hamilton merayakan kemenangan pada ajang F1 GP Belgia 2020 di Spa-Francorchamps, Minggu (30/8/2020). (Francois Lenoir/Pool Photo via AP)

Liputan6.com, Jakarta Pemegang enam gelar juara dunia Formula 1, Lewis Hamilton, resmi meluncurkan tim X44, Selasa (8/9/2020). Tim ini bakal tampil di balap off road mobil tenaga listrik, Extrime E.

Identik dengan nomor mobil yang digunakan Lewis Hemilton di F1, X44 ikut ambil bagian mulai seri pertama yang dijadwalkan awal 2021.

Sebagai pemilik, Lewis Hemilton tidak akan terlibat di belakang kemudi. Pembalap asal Inggris itu juga tidak akan terlibat dalam operasional sehari-hari X44. Meski demikian, Hamilton akan menggunakan pengalamannya di dunia balap untuk menjaga kemampuan timnya.

"Extrime E adalah inisiatif baru yang menarik, dan peluang besar untuk terlibat sejak awal sebagai pendiri tim. Tentu, saya masih berambisi dan berkomitmen dengan Mercedes di Formula 1, ini berarti saya tidak akan terlibat secara operasional di X44, tetapi saya senang bisa memainkan peranan berbeda di seri baru ini," kata Hamilton dalam rilis yang diterima Liputan6.com dari Extrime-E, Selasa (8/9/2020).

 

2 dari 5 halaman

Extreme E

FOTO: Lewis Hamilton Terdepan di F1 GP Belgia 2020
Perbesar
Pembalap Mercedes Lewis Hamilton (tengah) melakukan selebsasi usai menempati posisi pertama Formula 1 Grand Prix di Spa-Francorchamps, Spa, Belgia, Minggu (30/8/2020). Posisi kedua dan ketiga diisi pembalap Mercedes Valtteri Bottas serta pembalap Red Bull Max Verstappen. (John Thys, Pool via AP)

Extrime E merupakan off road mobil bertenaga listrik. Ajang ini bakal berlangsung di lima lingkungan ekstrem, antartika, padang gurun, hutan hujan tropis, gletser, dan pesisir di mana sebagian wilayah ini sudah mengalami kerusakan akibat terjadinya perubahan iklim.

“Extreme E sangat menarik bagi saya karena isu lingkungannya. Kita semua punya kekuatan untuk membuat perbedaan, dan itu sangat berarti bagi saya sehingga saya dapat menggunakan kecintaan saya pada balap, bersama dengan kecintaan saya pada planet kita, untuk memberikan dampak positif."

Hamilton tidak hanya tertarik karena Extreme-E bakal mengunjungi lokasi-lokasi terpencil saja. Hamilton juga antusias karena lewat Extreme E, para pembalap juga bisa ikut berperan dalam menangani perubahan iklim.

"Sebagai Pendiri X44, saya berharap dapat membangun tim saya berdasarkan nilai-nilai penting seperti keberlanjutan dan kesetaraan. Tidak ada satupun dari kita yang sempurna dan kita harus berubah. Namun saya antusias untuk menggunakan platform kami dalam menyoroti isu paling serius yang dihadapi planet dan solusi yang kita bisa ambil bagian."

 

3 dari 5 halaman

Wakil Indonesia

Team Techeetah
Perbesar
Pada ajang Extreme E, pembalap akan saling beradu dengan mengendarai E-SUV ODYSSEY 21. (Istimewa)

Sementara itu, Indonesia diam-diam juga punya wakil di pentas balapan Extreme E. Di ajang tersebut, Indonesia diwakili oleh Team Techeetah.

Team Techeetah merupakan satu-satunya tim dari Asia di ajang ini. Tim tersebut rencananya akan bermarkas di Jakarta dan dihuni para pembalap dari Asia.

"Di Techeetah kami bersemangat untuk mengeluarkan potensi terbaik untuk mengembangkan performa balapan dan membawa energi itu ke pentas Extreme E," kata Presiden tim Techeetah, Edmund Chu.

Ia menambahkan, tak hanya fokus balapan, Techeetah juga ingin tetap peduli dengan isu lingkungan. Techeetah pun berharap bisa membuat kawula muda lebih memperhatikan lingkungan lewat balapan.

 

4 dari 5 halaman

Bukan Pendatang Baru

Meski tergolong baru di Extreme E, Techeetah sejatinya sudah berpengalaman di dunia balap. Lewat tim DS Techeetah, mereka turun di ajang Formula E.

Tak hanya numpang lewat, DS Techeetah juga memenangkan Drivers' Championship pada musim 2017/18 dan 2018/19, serta Team's Championship pada 2018/19.

"Techeetah telah sukses di beberapa musim Formula E. Jadi, kami senang bisa menyambut mereka di Extreme E," kata Pendiri dan CEO Extreme E, Alejandro Agag.

Lintasi Alam EkstrimSesuai dengan namanya, para pembalap di Extreme E akan melintasi trek-trek ekstrim. Beberapa trek yang sudah masuk ke dalam agenda adalah pegunungan, hutan hujan Amazon, padan gurun, dan, gletser.

Fase pengujian akan berlangsung pada Desember 2020. Seri pertama rencananya bakal dihelat awal 2021.

5 dari 5 halaman

Saksikan juga video menarik di bawah ini

Lanjutkan Membaca ↓