Sudah Mepet, Kemenpora Desak PUPR Renovasi Venue Piala Dunia U-20 2021

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 04 Jul 2020, 09:00 WIB
Diperbarui 04 Jul 2020, 09:00 WIB
Bertemu Ketum PSSI, Menpora Paparkan Pembagian Tugas untuk Sukseskan Piala Dunia U-20
Perbesar
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan memberikan keterangan pers kepada wartawan terkait persiapan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021 di Media Center Kemenpora, Jakarta, Jumat (3/7).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera merenovasi stadion yang bakal menggelar Piala Dunia U-20 2021.

Saat ini, PSSI telah menunjuk enam stadion yang bakal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Gelora Sriwijaya, Si Jalak Harupat, Manahan, Gelora Bung Tomo, dan I Wayan Dipta.

"Tadi pagi (kemarin, Jumat 3 Juli 2020) dari pihak kami dan juga dari PSSI yang diwakili oleh Waketum (Cucu Somantri) sudah rapat langsung dengan pihak PUPR, kami akan percepat (renovasi venue)," kata Menpora sekaligus Ketua INAFOC (panitia penyelenggara Piala Dunia U-20 2021, Zainudin Amali.

Lebih lanjut, Zainudin Amali ingin PUPR bergerak cepat. Sebabnya, Piala Dunia U-20 di Indonesia bakal digelar mulai 20 Mei hingga 11 Juni 2021. Namun sebelum itu, Menpora juga mendesak PSSI membuat anggaran renovasi dengan hati-hati karena menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Waktunya sudah mepet. Kita sudah tertunda akibat pandemi covid-19, baik itu untuk pelatihan timnas Indonesia maupun renovasi stadion untuk Piala Dunia U-20," ujar menteri asal Gorontalo tersebut.

 

2 dari 4 halaman

Keyakinan PSSI

Launching Liga 1 2020
Perbesar
Menpora RI, Zainudin Amali dan Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, saat launching Shopee Liga 1 di Jakarta, Senin, (24/2/2020). Sebanyak 18 klub akan memeriahkan Liga 1 yang akan berlangsung pada 29 Februari hingga 1 November 2020. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sementara itu, PSSI menjamin FIFA tidak akan mengubah dua stadion yang belum mendapat restu, yakni Stadion Jakabaring dan Si Jalak Harupat. Sebelumnya, FIFA sudah menolak Stadion Mandala Krida karena dekat dengan Gunung Merapi yang masih aktif.

"Tentunya kami sudah berkomunikasi dengan FIFA ya. Makanya dari FIFA akan hadir September ke sini. Stadion tersebut sudah beberapa kali melakukan event internasional, dan kami langsung melihat bahwa fasilitas lainnya lebih lengkap dari dua yang ada (Pakansari dan Mandala Krida)," ucap Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

"Kemudian transportasi, akomodasi, semua tersedia di sekitar Jakabaring. Dan saya melihat keseriusan Pemerintah Daerah yang luar biasa. Jadi alangkah baiknya kami mengakomodir dan sudah itu sudah dibicarakan dengan FIFA," ucap mantan Kapolda Metro Jaya itu.

 

 

3 dari 4 halaman

Fokus ke Prestasi

Mochamad Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule juga menegaskan, PSSI sangat fokus dengan prestasi Timnas Indonesia di Piala Dunia U-20 2021. Ini sudah menjadi arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana pada 1 Juli 2020.

"Saya ingin timnas sesuai harapan rakyat. Kami fokus ke prestasi," ucap Iwan Bule mengakhiri.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Piala Dunia U-20 2021 di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓