Berduka atas Kematian George Floyd, FIFA Kecam Aksi Rasialisme

Oleh Gregah Nurikhsani pada 03 Jun 2020, 18:50 WIB
Diperbarui 03 Jun 2020, 18:50 WIB
Sketsa George Floyd. (Foto: Instagram @michelleobama)

Jakarta FIFA ikut berduka atas Kematian tragis yang menimpa George Floyd. Lewat rilis resminya, induk organisasi sepak bola dunia itu mengecam berbagai bentuk aksi kekerasan dan rasialisme.

George Floyd meninggal dunia usai menerima tindakan kekerasan dari polisi Minneapolis, Amerika Serikat. Ia dicurigai hendak melakukan aksi kriminalitas di sebuah area pertokoan.

Polisi setempat yang datang bernama Derek Chauvin dan satu rekannya lagi langsung melakukan tindakan preventif. Namun, caranya terlalu berlebihan sehingga George Floyd tak bisa bernapas dan tewas di tempat kurang lebih 10 menit kemudian.

Kabar tersebut membuat Amerika Serikat bergejolak. Demonstrasi terjadi di seantero punjuru negeri, menuntut keadilan atas kematian George Floyd.

FIFA pun angkat bicara mengenai hal ini. Dalam rilis resminya, mereka menolak kekerasan dan rasialisme dalam bentuk apa pun.

"FIFA memahami adanya sentimen dari sejumlah pelaku sepak bola karena kasus yang menimpa George Floyd. Hal ini sudah kami ulangi beberapa kali, bahwa kami menolak rasialisme dan diskriminasi," tulisnya.

"FIFA juga juga telah menyerukan banyak sekali kampanye anti-rasialisme baik di dalam mau pun luar lapangan," bunyi keterangan itu lagi.

 

2 dari 2 halaman

Duka Paulo Dybala

FOTO: Paulo Dybala Jadi Pemain Juventus Ketiga yang Positif COVID-19
Pemain Juventus Paulo Dybala melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Brescia pada pertandingan Serie A di Turin, Italia, 16 Februari 2020. Meski terjangkit virus corona COVID-19, Dybala dilaporkan baik-baik saja dan tidak menunjukkan gejala. (Isabella BONOTTO/AFP)

Seperti disebutkan, banyak pelaku sepak bola yang menyuarakan simpatinya atas kematian George Floyd, satu di antaranya adalah Paulo Dybala.

Lewat akun Twitter-nya, pemain Juventus itu mengunggah gambar dengan latar seutuhnya berwarna hitam. Ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan rasialisma yang menimpa George Floyd.

Sumber: FIFA

Disadur dari: Bola.com (penulis/editor, Gregah Nurikhsani, published 3/6/2020)

Lanjutkan Membaca ↓