Legenda MotoGP Sebut Rider Ini Sanggup Hentikan Dominasi Marc Marquez

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 03 Jun 2020, 17:15 WIB
Diperbarui 03 Jun 2020, 17:15 WIB
Marc Marquez

Liputan6.com, Berlin - Sejak menjalani debut MotoGP pada 2013, Marc Marquez menjelma sebagai sebuah raksasa di ajang balap motor. Sejak saat itu, dia sudah menjadi juara dunia sebanyak enam kali.

Tercatat, Marquez sudah menjalankan 127 balapan sepanjang kariernya di MotoGP. Pembalap berusia 27 tahun itu sudah mencatatkan 56 kemenangan dan 95 podium.

Dominasi Marquez di MotoGP sulit dibendung, bahkan oleh seorang Valentino Rossi. Marquez hanya kalah dari Jorge Lorenzo pada 2015. Sayangnya, Lorenzo sudah memutuskan untuk pensiun.

Namun, legenda balap motor, Kevin Schwantz percaya dominasi Marquez di ajang MotoGP bakal dihentikan. Schwantz menyebut Alex Rins, pembalap Suzuki, bisa menjadi juara dunia.

"Saya rasa Alex Rins punya peluang untuk jadi yang terbaik di tiap seri MotoGP. Dengan konsistensi, semuanya mungkin terjadi," ucap Schwantz dikutip dari Tuttomotoriweb.

 

2 dari 3 halaman

Punya Potensi

Alex Rins
Pembalap Suzuki, Alex Rins finis di posisi kedua pada MotoGP Jerez. (AP Photo/Miguel Morenatti)

Alex Rins disebut Schwantz punya potensi besar. Pembalap berusia 24 tahun itu memulai MotoGP pada tahun 2017. Alex Rins baru mencatatkan dua kemenangan dari 50 balapan di MotoGP bersama timnya, Suzuki.

"Rins harus bisa memberikan kemampuan 100 persen. Suzuki memang bekerja baik namun kita harus melihat perkembangan tim lain," kata Schwantz.

"Contohnya saja di Qatar Honda mengalami sejumlah kesulitan sedangkan Ducati juga tidak ada di level terbaik," ucap pria berusia 55 tahun itu melanjutkan.

Suzuki sebenarnya sudah lama tidak punya pembalap yang bisa bersaing menjadi juara dunia MotoGP. Terakhir, mereka punya Kenny Roberts Jr. yang punya prestasi gemilang di tahun 2000.

 

3 dari 3 halaman

Pesan untuk Alex Rins

Untuk bisa jadi juara dunia MotoGP, Schwantz mengingatkan Rins untuk bisa bersikap komunikatif dengan mekanik dalam pengembangan motor.

"Semua tentu bergantung pada komunikasi antara Alex, kru, dan mekanik Suzuki. Karena mekanik Suzuki bakal membangun dan mengembangkan motor berdasarkan ide yang dilontarkan oleh pembalap," kata Schwantz mengakhiri.

Lanjutkan Membaca ↓