Puasa Syawal Enam Hari, Ganjarannya Layaknya Puasa Selama Setahun

Oleh Liputan6.com pada 28 Mei 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 28 Mei 2020, 20:00 WIB
Masjid Nasir Al-Mulk, Iran

Liputan6.com, Jakarta- Usai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk melanjutkan berpuasa Syawal. Puasa Syawal memang berbeda dengan puasa wajib di bulan Ramadan. Puasa Syawal merupakan salah satu dari puasa sunah.

Puasa Syawal merupakan puasa sunah 6 hari yang dikerjakan di bulan Syawal. Di mana bagi umat yang melaksanakan puasa Syawal 6 hari ini, akan mendapatkan pahala seperti berpuasa selama setahun penuh.

Padahal terkait puasa Syawal ini sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW, berbunyi:

“Barang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian ia ikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapat pahala seperti puasa setahun penuh.” (HR Muslim).

 

 

2 dari 5 halaman

Keistimewaan Puasa Syawal

Berkat keistimewaannya ini, membuat umat Muslim ingin menjalankan ibadah puasa Syawal ini. Sebab, pahalanya memang luar biasa, enam hari puasa diganjar layaknya satu tahun.

Selain keistimewaannya tersebut, ternyata menjalankan puasa syawal memiliki manfaat lain. Puasa Syawal juga bermanfaat untuk kesehatan setelah melakukan ibadah puasa Ramadan selama 6 hari.

3 dari 5 halaman

Hukum Puasa Syawal 6 Hari

Masjid Kristal Terengganu, Malaysia
Masjid Kristal Terengganu, Malaysia. (Sumber: shutterstock via merdeka.com)

Puasa Syawal memiliki hukum mustahab (sunah). Berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW, “Barangsiapa yang puasa Ramadan lalu mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia mendapat pahala puasa setahun penuh”. (HR Muslim no. 1164).

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni mengatakan bahwa, “Puasa enam hari di bulan Syawal hukumnya mustahab menurut mayoritas para ulama”. (Al-Mughni, 3/176).

4 dari 5 halaman

Niat Puasa Syawal

Untuk memantapkan hati, dianjurkan bagi kamu yang ingin menjalankan puasa Syawal dengan melafalkan niatnya. Berikut ini lafal niat puasa Syawal 6 hari.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى‎

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ. Artinya,

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

5 dari 5 halaman

Niat Puasa Syawal di Pagi Hari

Bagi kamu yang mendadak di pagi harinya ingin mengamalkan puasa Syawal ini, tentunya juga diperbolehkan baginya untuk berniat sejak kamu berkehendak puasa sunah. Karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib.

Sedangkan untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh. Oleh karena itu, dianjurkan juga untuk melafalkan niat puasa Syawal di siang hari. Berikut lafalnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى‎

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

Lanjutkan Membaca ↓