Bos MU Bicara Soal Kelanjutan Liga Inggris dan Liga Europa

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 23 Mei 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 23 Mei 2020, 18:00 WIB
West Ham Vs MU

Liputan6.com, Manchester - CEO Manchester United (MU), Ed Woodward bicara soal kelanjutan kompetisi Liga Inggris dan Liga Europa. Menurutnya, Setan Merah, sebutan MU, bakal tunduk dengan keputusan pemerintah.

Liga Inggris dijadwalkan bakal dilanjutkan pada 12 Juni setelah dua bulan terhenti akibat virus corona covid-19. Di ajang ini, MU berada di urutan kelima, tertinggal tiga poin dari Chelsea.

Sementara di Liga Europa, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer sudah menembus babak 16 besar. Mereka sudah unggul 5-0 atas klub Austria, LASK setelah menang di Linzer Stadion, 13 Maret lalu.

"Meskipun masih terlalu dini untuk mengetahui dengan pasti hasil akhir keputusan mereka (Liga Inggris) atau kapan itu ditentukan, kami optimis bahwa semua akan segera membaik. Mungkin kami lebih siap untuk melanjutkannya sekarang."

"Namun, MU tunduk pada persetujuan pemerintah dan pemegang saham Liga Inggris. Termasuk masukan dari staf medis dan para pemain," ujar Ed Woodward dikutip dari Manchester Evening News.

 

2 dari 3 halaman

Tergantung UEFA

ed-woodward-14023b.jpg
CEO MU, Ed Woodward. (dok MU)

Sementara di Liga Europa, Ed Woodward menyebut MU akan mengikuti semua keputusan yang diputuskan oleh UEFA selaku federasi sepak bola tertinggi di Eropa.

"Semua indikasi dari UEFA, juga memberitahu bahwa Europa League akan berlanjut selama Agustus. Kami semua tetap berdialog terus-menerus dengan Liga Inggris, FA dan UEFA tentang hal ini."

"Termasuk tentang langkah-langkah selanjutnya sambil terus melindungi kesehatan para pemain kami, staf, dan masyarakat luas," ucap orang kepercayaan keluarga Glazer tersebut.

 

3 dari 3 halaman

Ingin Dilanjutkan

Ed Woodward melanjutkan, MU ingin melanjutkan kompetisi. Terlebih, sudah ada liga di Eropa yang sudah dilanjutkan, yakni Bundesliga. Pemain-pemain di Liga Inggris juga sudah memulai latihan lagi.

"Pemirsa televisi yang tertarik pada pertandingan di Jerman menunjukkan permintaan yang kuat akan sepak bola. Mereka ingin sepak bola bisa hidup setelah absen dua bulan," ujarnya mengakhiri.

Lanjutkan Membaca ↓