Telur Jadi Sahabat Pasien Penyakit Infeksi Corona COVID-19

Oleh Liputan6.com pada 20 Mei 2020, 19:10 WIB
Diperbarui 20 Mei 2020, 19:10 WIB
Ilustrasi telur rebus
Perbesar
Ilustrasi (iStock)

Liputan6.com, Jakarta- Belakangan ini tidak asing kita dengar tentang pemberian telur untuk pasien corona COVID-19. Telur diberikan kepada pasien yang dirawat di rumah sakit maupun di Wisma Atlet, asal pasien tersebut masih bisa makan.

Tapi, mengapa harus telur? Apa kandungan yang tersimpan di dalam telur, yang dapat membuat pasien Corona covid-19 berangsur-angsur pulih.

Menurut Certified Nutrition Advisor dari Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI), Mochammad Rizal, melihat dari perspektif ilmu gizi, pada dasarnya prinsip diet untuk pasien dengan penyakit infeksi seperti corona COVID-19 adalah tinggi energi dan tinggi protein.

 

2 dari 4 halaman

Fungsinya Makanan Tinggi Protein

Rizal, menjelaskan, tinggi protein dapat berfungsi untuk mengoptimalkan sistem imunitas sehingga diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan pasien dari penyakit infeksi tersebut.

"Sesungguhnya sumber protein bukan hanya telur, tapi juga banyak terdapat pada sumber makanan lain misalnya ikan, daging, ayam, tahu, tempe, dan susu," kata Rizal.

3 dari 4 halaman

Kelebihan Telur

Ilustrasi Telur
Perbesar
Ilustrasi telur (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Lantas, mengapa memprioritaskan telur? Telur, kata Rizal, memiliki beberapa kelebihan dibandingkan sumber protein lainnya.

Dari segi tekstur, misalnya, telur lebih lembut dibandingkan dengan daging, ayam, maupun ikan sehingga harapannya lebih mudah dikonsumsi oleh pasien yang sedang mengalami penyakit tertentu.

4 dari 4 halaman

Relatif Murah

Selain itu, telur pun memiliki harga yang relatif murah sehingga bisa dijangkau semua kalangan masyarakat. Kemudian, dari segi kepraktisan, telur relatif sangat mudah untuk diolah. Bisa menjadi telur rebus, telur dadar, dan telur mata sapi sehingga tidak membutuhkan terlalu banyak usaha untuk menyantapnya.

"Sehingga telur bisa menjadi salah satu makanan sumber protein alternatif bagi para pasien COVID-19 maupun penyakit penyakit infeksi lainnya yang membutuhkan tinggi energi dan tinggi protein," katanya.

Dengan banyak cara pengolahan, membuat pasien tak merasa bosan.

(Aditya Eka Prawira)

Lanjutkan Membaca ↓