Cerita Rayuan Real Madrid ke Mohamed Salah agar Tinggalkan Liverpool

Oleh Yus Mei Sawitri pada 18 Mei 2020, 07:15 WIB
Diperbarui 18 Mei 2020, 07:15 WIB
Quattrick Mohamed Salah, Cristiano Ronaldo dan Mauro Icardi
Perbesar
Wajah Mohamed Salah setelah mencetak quattrick ke gawang Watford di Anfield, Liverpool, (17/3/2018). Quattrick Mohamed Salah terjadi pada menit ke-4’, 43’, 77’, 85’. (Anthony Devlin/PA via AP)

Liputan6.com, Liverpool - Striker Liverpool, Mohamed Salah ternyata tak luput dari godaan raksasa Spanyol, Real Madrid. Peristiwa itu terjadi jelang final Liga Champions 2018.

Kabar tersebut disampaikan mantan anggota staf pelatih tim nasional Mesir, Hany Ramzy.

Salah tampil sangat mengesankan pada musim 2017-18. Sang pemain mencetak 32 gol di Premier League dan membuat 10 assist.

Namun, upaya Salah untuk meraih kesuksesan di Eropa bersama The Reds berakhir dengan kesedihan.  Ia mengalami cedera bahu setelah berduel dengan Sergio Ramos sehingga harus meninggalkan lapangan lebih cepat.

Pasukan Jurgen Klopp akhirnya dipaksa menyerah dengan skor 3-1 dari Real Madrid di Kiev. Salah kemudian mulai berjuang melawan waktu agar bisa pulih untuk mengikuti Piala Dunia di Rusia.

Menurut mantan pemain internasional Mesir Hany Ramzy, Salah membahas pendekatan dari Madrid dengan bos tim nasional saat itu Hector Cuper selama mengikuti kamp pelatihan pada Maret 2018 di Swiss.

"Saya sedang berbicara dengan Mohamed Salah dan dia mengatakan kepada saya bahwa Real Madrid mengajukan tawaran," kata Ramzy kepada OnTimes Sports, seperti dilansir Sportkeeda, Minggu (17/5/2020). 

 

2 dari 3 halaman

Salah Ambisius

Selebrasi Gol Ikonik Mohamed Salah di Liverpool
Perbesar
Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, melakukan selebrasi usai membobol gawang Chelsea pada laga Premier League di Stadion Anfield, Minggu (14/4). Liverpool menang 2-0 atas Chelsea. (AP/Rui Vieira)

"Tawaran itu sangat bagus, tetapi Salah membahasnya dengan saya dan Tuan Cuper, dan dia memutuskan untuk tetap bersama Liverpool karena dia merasa nyaman di sana," imbuh Ramzy. 

Ramzy meninggalkan Timnas Mesir bersama dengan semua staf Javier Aguirre setelah tersingkir dari babak 16 besar Piala Afrika tahun lalu.

Namun demikian, Salah tetap mempertahankan ambisi besar di turnamen kontinental.

"Salah adalah ambisius. Dia memberi tahu kami bahwa dia ingin memenangkan AFCON tiga kali berturut-turut, seperti yang dilakukan Mesir pada 2006, 2008, 2010," tambah Ramzy.

Sumber: Sportskeeda

Disadur dari: Bola.net (Penulis Aga Deta, published: 17/5/2020)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓