Cara Sergio Ramos Melanggar Mohamed Salah di Final Liga Champions Dianggap Sebagai Masterpiece

Oleh Liputan6.com pada 16 Mei 2020, 21:10 WIB
Diperbarui 16 Mei 2020, 21:10 WIB
Cedera, Mohamed Salah Menangis Tak Bisa Lanjutkan Pertandingan
Perbesar
Bek Real Madrid Sergio Ramos mengapit tangan Mohamed Salah saat pertandingan final Liga Champions di Stadion NSK Olimpiyskiy, Ukraina (26/5). Akibat insiden ini Mohamed Salah cedera dan tidak dapat melanjutkan pertandingannya. (AP/Efrem Lukatsky)

Liputan6.com, Turin - Sergio Ramos praktis menjadi musuh masyarakat usai melanggar penyerang Liverpool Mohamed Salah hingga mengalami cedera. Tetapi, bek Juventus Giorgio Chiellini justru memuji kapten Real Madrid itu.

Sergio Ramos bertemu dengan Salah dalam partai final Liga Champions 2018. Performa Salah ketika itu sedang apik sampai dirinya mencetak lebih dari 40 gol dalam satu musimnya.

Jelas, Salah jadi tumpuan utama Liverpool untuk bisa menjebol gawang Real Madrid. Sayangnya, ia tak bertahan lama di lapangan karena dilanggar keras oleh Sergio Ramos hingga membuatnya cedera.

Publik pun marah dengan apa yang dilakukan Sergio Ramos. Kemarahan itu makin menjadi-jadi karena Real Madrid keluar sebagai pemenang dalam pertandingan itu dengan skor 3-1.

 

 

2 dari 3 halaman

Karya Sergio Ramos

Cedera, Mohamed Salah Menangis Tak Bisa Lanjutkan Pertandingan
Perbesar
Ekspresi Mohamed Salah usai cedera saat melawan Real Madrid pertandingan final Liga Champions di Stadion NSK Olimpiyskiy, Ukraina (26/5). Salah mengalami cedera bahu usai berebut bola dengan bek Real Madrid Sergio Ramos. (AP/Pavel Golovkin)

Saat nyaris semua penikmat sepak bola membenci Sergio Ramos karena pelanggaran tersebut, tidak demikian dengan Chiellini. Ia justru menganggap perbuatan Ramos sebagai karya yang luar biasa.

"Dia punya dua karakteristik yang tak dimiliki semua orang. Dia tahu bagaimana cara menjadi penentu di laga besar, dengan intervensi yang berada di luar nalar, yang bahkan bisa menyebabkan cedera dengan niatan buruk," tulis Chiellini dalam bukunya, 'Io, Giorgio', seperti yang dikutip oleh AS.

"Satu pelanggaran yang dilakukan kepada Salah di final Liga Champions 2018 adalah karya hebat. Dia selalu bilang bahwa itu tidak disengaja, tahu bahwa sembilan dari 10, terjatuh sepeti yang ia lakukan dan tidak membiarkan lawannya pergi, dia bisa mencederai lengan lawan."

 

 

3 dari 3 halaman

Tanpa Dia, Madrid Kesulitan

Suatu waktu, Real Madrid pernah menjalani laga penting dalam ajang Liga Champions tanpa kehadiran dirinya di jantung pertahanan. Tepatnya saat melawan Ajax Amsterdam di babak 16 besar tahun 2019 lalu.

Ramos absen karena akumulasi kartu. Lini belakang klub berjuluk Los Merengues itu langsung menjadi rapuh. hingga mereka tumbang dengan skor 4-1 kendati bermain di markas sendiri. Alhasil, Real Madrid pun tersingkir.

"Kekuatan yang diberikan melalui kehadirannya saja sudah luar biasa. Tanpa Ramos, pemain juara seperti Varane, Carvajal, dan Marcelo seperti anak sekolahan. Mereka secara mendadak mengalami kemunduran," tambahnya.

"Dengan dia di Bernabeu, anda bisa memastikan bahwa klub Spanyol itu takkan kalah dari Ajax dengan ketertinggalan tiga gol. Saya siap mempertaruhkan uang saya untuk itu," pungkasnya.

Sumber: Football Italia

Disadur dari Bola.net (Penulis Yaumil Azis, Published 16/5/2020)

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by