4 Tips Sahur Sehat Agar Kuat Puasa Seharian

Oleh Bogi Triyadi pada 10 Mei 2020, 17:10 WIB
Diperbarui 10 Mei 2020, 17:10 WIB
Liputan 6 default 3
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta - Nabi Muhammad SAW mengajurkan mereka yang akan berpuasa pada siang hari untuk menyantap hidangan di waktu sahur. Sebab, santapan hidangan sahur itu penuh berkah.

"Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meski kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur," kata Rasulullah SAW dari Abu Sa'id Al-Khudri RA (HR Ahmad) seperti dilansir NU Online.

Anjuran makan sahur ini begitu kuat. Karena itu, kesempatan makan di waktu sahur sedapat mungkin jangan dilewatkan.

Apalagi, makan sahur akan memberikan asupan energi untuk menjalankan ibadah puasa. Jika Anda tak sahur, tubuh bisa menjadi lemas, sulit berkonsentrasi, dan efek lainnya.

Selain itu, sahur juga dapat mencegah dehidrasi. Tanpa sahur, kebutuhan cairan tubuh sulit tercukupi dengan baik.

Sahur juga dapat menghindarkan Anda dari maag. Lambung yang kosong dalam jangka waktu terlalu lama akan meningkatkan kadar asam lambung dan memicu gejala maag. Contoh gejala maag adalah perut kembung, nyeri ulu hati, mual, sering sendawa, dan lain-lain.

Agar kuat dalam menjalankan puasa, tentunya nutrisi saat sahur juga harus diperhatikan. Berikut 4 tipis cara sahur yang sehat seperti dikutip dari Klik Dokter.

 

2 dari 5 halaman

1. Konsumsi Karbohidrat Kompleks

Liputan 6 default 4
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Menu sahur sehat harus terdiri dari karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna, sehingga tubuh akan mendapatkan energi untuk waktu yang lama dan Anda tidak akan mudah lapar. Contoh karbohidrat kompleks adalah nasi merah, roti gandum, dan oat.

Lain halnya apabila Anda makan karbohidrat sederhana, seperti nasi putih, roti tawar putih, atau gula pasir. Karena semua karbohidrat sederhana ini mudah dicerna, kadar gula darah akan cepat naik, dan Anda akan mudah lapar kembali. Makanan-makanan seperti ini juga sebaiknya dihindari oleh diabetesi.

 

 

3 dari 5 halaman

2. Masukkan Sayur dan Buah ke Dalam Menu

Liputan 6 default 2
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan6

Selain karbohidrat kompleks, saat sahur juga disarankan untuk mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Karena banyak mengandung serat, konsumsi buah dan sayur dapat membantu mempertahankan rasa kenyang dan mencegah terjadinya konstipasi.

Selain itu, mereka juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Sebaiknya Anda mengonsumsi sayur dan buah dalam bentuk utuh atau tidak dalam bentuk jus, karena bila diminum dalam bentuk jus, akan mengurangi nutrisi yang terkandung di dalamnya.

 

4 dari 5 halaman

3. Jangan Lupakan Protein

Ikan, sumber protein yang tak kalah kaya nutrisi dari susu. (iStockphoto)
Perbesar
Ikan, sumber protein yang tak kalah kaya nutrisi dari susu. (iStockphoto)

Jangan lupa untuk mengonsumsi protein yang baik, seperti ayam tanpa kulit, ikan, serta produk susu rendah lemak. Protein berguna untuk mempertahankan rasa kenyang yang lama.

Selain itu, protein juga digunakan untuk memperbaiki dan membangun jaringan tubuh serta meningkatkan sistem imun tubuh. Mengonsumsi produk susu yang tinggi kalsium juga akan membantu menguatkan tulang.

 

5 dari 5 halaman

Penuhi Kebutuhan Air dan Mineral Tubuh

Air mineral
Perbesar
Ilustrasi air putih. (pexels.com/CC0 License).

Air adalah komponen penting yang tidak boleh terlewatkan saat sahur. Air diperlukan tubuh untuk menjalankan fungsinya, sehingga Anda menjadi lebih berenergi atau tidak mudah lemas saat berpuasa.

Jadi, minumlah air yang cukup saat sahur guna mencegah dehidrasi yang sering terjadi saat berpuasa. Hindari air yang mengandung gula seperti jus kemasan atau minuman bersoda karena konsumsi secara berlebihan akan menaikkan berat badan.

Lanjutkan Membaca ↓