8 Makanan Kaya Protein yang Baik Jadi Asupan Ketika Sahur

Oleh Liputan6.com pada 10 Mei 2020, 18:25 WIB
Diperbarui 10 Mei 2020, 18:25 WIB
Tanda Tubuh Kekurangan Protein
Perbesar
Protein / Sumber: iStockphoto

Liputan6.com, Jakarta - Menahan haus dan lapar selama 14 jam sudah pasti membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang saat sahur. Memenuhi asupan nutrisi saat sahur dilakukan untuk menjaga metabolisme tubuh tetap bisa berfungsi dengan baik. Nah, salah satu asupan penting saat sahur yakni dengan mengonsumsi makanan berprotein tinggi.

Mengapa makanan berprotein tinggi? Karena makanan berprotein tinggi memiliki peran untuk menghasilkan energi. Energi inilah yang nantinya akan dibutuhkan untuk beraktivitas selama menjalankan ibadah puasa seharian.

Bahkan dengan mengonsumsi makanan berprotein tinggi saat sahur, akan membuat perut menjadi kenyang lebih lama. Jika dibandingkan dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan karbohidrat, tentu makanan berprotein tinggi lebih bisa diandalkan untuk menahan haus dan lapar seharian.

Berikut penjelasan mengenai makanan berprotein tinggi yang cocok untuk penuhi nutrisi saat sahur yang sudah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber.

1. Telur

Telur merupakan salah satu makanan berprotein tinggi yang juga disebut sebagai makanan paling sehat di dunia. Selain mengandung protein yang cukup tinggi, telur juga mengandung vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, telur ayam juga mengandung kolin yang dipercaya dapat menjaga kesehatan sistem saraf, hati, dan jantung. Kemudian ada lutein yang dapat menjaga kesehatan mata.

Protein yang paling tinggi terdapat pada bagian putih telurnya, tetapi vitamin dan mineral lain terdapat pada bagian kuning telurnya. Sehingga telur bisa menjadi makanan diet yang wajib ada, tak terkecuali saat puasa.

 

2 dari 5 halaman

Kacang Almond dan Dada Ayam

Dada ayam
Perbesar
Memasak dada ayam/copyright: pexels.com/jeshoots

2. Kacang Almond

Kacang almond termasuk salah satu makanan berprotein tinggi. Hal ini disebabkan karena di dalam 10 kacang almond terdapat kurang lebih 2.5 gram protein. Jadi, dengan mengonsumsi 20 butir kacang almond setiap hari, tubuh akan mendapat 5 gram protein yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh manusia. Termasuk sangat sehat untuk dijadikan camilan saat sahur setelah mengonsumsi makanan utama.

Kacang almond juga mengandung antioksidan yang tinggi dan bisa membuat kulit nampak awet muda secara alami. Kandungan vitamin E dalam kacang almond juga sangat ampuh mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker. Tidak hanya bisa dikonsumsi sebagai camilan biasa, tetapi kacang almond juga bisa dikonsumsi dalam bentuk susu almond dengan tambahan oatmeal dan smoothie bowl.

3. Dada Ayam

Dada ayam termasuk dari makanan berprotein tinggi yang bisa diandalkan untuk menu sahur. Bahkan bagi yang ingin berpuasa sambil diet juga bisa mengandalkan dada ayam untuk memenuhi asupan yang dibutuhkan oleh tubuh. Mengenyangkan lebih lama karena kandungan proteinnya yang tinggi dan memiliki kalori yang cukup rendah.

Protein dalam 1 ons dada ayam rebus tanpa bumbu ada sekitar 31 gram per ons. Selain itu, kadar garam yang rendah di dada ayam juga cocok bagi penderita hipertensi yang akan menjalankan ibadah puasa. Dada ayam bisa dikonsumsi bersama salad supaya konsumsi serat ikut terpenuhi. Atau bisa juga langsung digoreng, dijadikan campuran sayur dan tumisan, serta dipanggang.

 

3 dari 5 halaman

Yogurt dan Tuna

[Fimela] tuna
Perbesar
tuna | pexels.com/@cottonbro

4. Greek Yogurt

Yogurt memang termasuk salah satu makanan berprotein tinggi. Tetapi jenis yogurt yang paling baik yakni greek yogurt. Hal ini disebabkan karena greek yogurt mengandung 2 kali lebih banyak protein. Selain itu, greek yogurt juga mengandung bakteri baik yang dibutuhkan tubuh untuk melancarkan sistem pencernaan saat puasa dan dapat menjaga perut agar tidak buncit. Namun tetap pastikan untuk mengonsumsi tanpa tambahan zat aditif lain misalnya saja seperti gula.

5. Tuna

Sama seperti dada ayam, tuna juga mengandung sekitar 30 gram protein per onsnya. Salah satu makanan berprotein tinggi, omega-3, bahkan selenium yang dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit autoimun dan niacine untuk mencegah depresi. Tuna juga menjadi menu wajib sahur yang tidak boleh terlewatkan.

Namun sebelum mengonsumsi tuna, tetap perhatikan bahwa tuna kalengan yang mengandung terlalu banyak garam justru akan membahayakan. Makanan ini justru akan membuat pengonsumsi terkena hipertensi. Selain itu, hindari juga tuna Maguro dan Bluefin yang sudah langka.

4 dari 5 halaman

Udang dan Kentang

Lip 6 default image
Perbesar
Gambar ilustrasi

6. Udang

Makanan berprotein tinggi lain yakni udang, karena hampir dari 90 persen kalori dalam udang berasal dari protein. Nah, selain sangat bagus untuk penuhi kebutuhan nutrisi saat sahur, udang juga sangat bermanfaat untuk otak. Otak akan menjadi lebih sehat dan tidak mudah lupa.

Bahkan juga sangat menunjang untuk mencegah kerontokan rambut. Asupan selama menjalankan ibadah puasa terpenuhi, kesehatan tubuh juga terpenuhi dengan baik. Namun tetap perhatikan untuk tidak mengonsumsi udang tidak lebih dari 6 ons udang per hari. Hal ini untuk mengantisipasi kandungan kolesterol tinggi dalam udang.

7. Kentang Panggang

Kentang panggang ternyata termasuk dalam makanan berprotein tinggi, bahkan sangat baik untuk menurunkan berat badan. Kaya karbohidrat dan kaya protein, dua nutrisi yang seimbang membuat kentang wajib dijadikan menu sahur agar tetap kuat untuk puasa seharian. Dalam 1 buah kentang berukuran sedang mengandung 7.5 gram protein, sehingga akan membuat kita tidak kalap saat sahur. Selain protein dan karbohidrat, kentang panggang juga mengandung serat tinggi yang dapat membantu melancarkan sistem pencernaan selama puasa.

5 dari 5 halaman

Tempe

ilustrasi tempe/pixabay
Perbesar
ilustrasi tempe/pixabay

8. Tempe

Selain memiliki banyak sekali manfaat, ternyata makanan pendamping ini juga termasuk makanan berprotein tinggi yang sangat baik dijadikan menu santap sahur. Selain mengandung 5 gram protein per ons, tempe juga mengandung prebiotik yang dapat membantu melancarkan pencernaan dan bisa mengontrol kolesterol saat puasa.

Namun tetap perhatikan cara konsumsinya, lebih baik untuk mengonsumsi tempe yang dikukus, dibakar, dipanggang atau dalam bentuk tempe bacem, sambal tempe, dan pepes tempe. Serta hindari tempe yang digoreng, karena menggoreng tempe dengan minyak akan membuat prebiotik di dalamnya hilang.

Penulis: Laudia Tysara/Fadila Adelin, Hot Liputan6, published 9/5/2020

Lanjutkan Membaca ↓