Dapat Penghargaan, Son Heung-min Tuntaskan Wajib Militer di Korea Selatan

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 08 Mei 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 08 Mei 2020, 20:00 WIB
Son Heung-min

Liputan6.com, Jeju - Bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-min sudah menuntaskan wajib militer di Korea Setalan. Dia juga mendapat penghargaan setelah latihan selama tiga pekan.

Son Heung-min mendapat keringanan wajib militer selama dua tahun setelah berhasil meraih medali emas Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. Dia pun menjalani wajib militer hanya tiga minggu, sejak 20 April lalu.

Pria berjulukan Ronaldo Korea itu berlatih militer di Pulau Jeju sebagai marinir angkatan laut. Di sana, Son dilatih menembak, menggunakan bayonet, bahan kimia, biologis, dan radiologis.

Tak hanya itu, pria berusia 27 tahun tersebut juga mempelajari skill bertarung perorangan hingga memberikan pertolongan pertama.

Menurut media Korean Herald, Son Heung-min lulus dari seluruh latihan tersebut dengan memuaskan. Mantan penggawa Bayer Leverkusen ini finis sebagai salah satu dari lima peserta terbaik dari 157 orang.

 

 

2 dari 3 halaman

Dapat Penghargaan

Son Heung-min
Son Heung-min saat mengikuti wamil militer di Brigade 9 Korps Marinir Seogwipo, Jeju, Korea Selatan. (Bola.com/Dok. Korps Marinir Korea Selatan)

Son juga mendapat sebuah penghargaan saat acara kelulusan pada Jumat (8/5/2020). Penghargaan itu diberikan karena dia menjadi anggota wajib militer yang terbaik.

"Dia mendapatkan penghargaan Pilsung, yang merupakan salah satu penghargaan untuk penampil terbaik," seorang petugas marinir mengatakan dilansir Metro.

"Seluruh latihan dinilai dengan cara yang adil dan ketat, dan petugas militer yang mendampingi latihannya mengatakan bahwa dia menjalani latihan tersebut dengan sungguh-sungguh."

 

3 dari 3 halaman

Kasus Corona di Korea Selatan

Virus corona di Korea Selatan tercatat ada 10.822 kasus hingga Jumat (8/5/2020). Tercatat sudah ada 9.848 orang Korea Selatan yang dinyatakan pulih dari wabah ini.

Sementara 256 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Data ini diambil dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sejak kasus pertama diumumkan pada 20 Januari silam, pemerintah Korea Selatan kerap mengumumkan angka kesembuhan lebih sering dibandingkan angka kasus infeksi baru.

Lanjutkan Membaca ↓