FIFA Selidiki Proses Kepindahan Bruno Fernandes ke Manchester United

Oleh Achmad Yani Yustiawan pada 07 Mei 2020, 07:30 WIB
Diperbarui 07 Mei 2020, 07:30 WIB
Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes (MU) (LINDSEY PARNABY / AFP)
Perbesar
Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes (MU) (LINDSEY PARNABY / AFP)

Liputan6.com, Manchester - Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) sedang menyelidiki transfer Bruno Fernandes dari Sporting CP ke Manchester United. Penyelidikan dilakukan setelah Sampdoria meluncurkan klaim terhadap klub Portugal itu.

Keluhan Sampdoria terkait dengan hak pembayaran pada mereka terkait transfer Fernandes senilai awal 48 juta pounds ( 55 juta euro) ke Manchester United pada bulan Januari.

Sampdoria kabarnya berhak menerima bagian senilai 4,6 juta euro yang bisa dibayarkan dengan skema pencicilan sebanyak tiga kali.

Seperti diketahui, gelandang Portugal ini sebelum pindah ke Manchester United bergabung dengan Sporting dari Sampdoria. Nilai transfernya 8,5 juta euro pada Juni 2017.

Setelah tampil mengesankan bersama Sporting, Fernandes direkrut Manchester United dengan biaya transfer senilai 55 juta euro. Fernandes pun kini menjadi bintang di skuad Setan Merah.

2 dari 3 halaman

Kewajiban Keuangan

Dalam sebuah pernyataan lewat juru bicaranya FIFA mengatakan: "Kami dapat mengkonfirmasi bahwa pada tanggal 3 April 2020 klub Italia, UC Sampdoria, mengajukan klaim pada FIFA terhadap klub Portugal, Sporting Clube de Portugal, terkait dengan kewajiban keuangan yang ditetapkan dalam kontrak terkait dengan transfer pemain Portugis, Bruno Miguel Borges Fernandes.

"Masalahnya saat ini sedang diselidiki dan akibatnya kami tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut."

3 dari 3 halaman

Insiden Mei 2018

Sebuah laporan The Times mengklaim Sampdoria yakin mereka berhak mendapatkan 4,65 juta euro. Ini berdasarkan klausa jual-beli berdasarkan ketentuan kepindahan Fernandes ke Lisbon.

Namun, pemain berusia 25 tahun itu adalah salah satu dari beberapa pemain Sporting untuk membatalkan kontraknya sebelum penandatanganan kembali. Ini usai insiden pada Mei 2018 ketika para penggemar menyerang tempat latihan klub.

Lanjutkan Membaca ↓