Mantan Pelatih Persib Menolak Kompetisi Dilanjutkan Jika Pandemi Covid-19 Belum Reda

Oleh Marco Tampubolon pada 06 Mei 2020, 14:50 WIB
Diperbarui 06 Mei 2020, 14:50 WIB
Latihan PSMS Medan
Perbesar
Djadjang Nurdjaman saat menangani PSMS Medan, mengamati anak asuhnya saat latihan di SUGBK, Jakarta, Jumat (16/2/2018). Latihan ini merupakan persiapan jelang perebutan tempat ketiga Piala Presiden 2018. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Liputan6.com, Jakarta Polemik mengenai masa depan kompetisi di Tanah Air di tengah pandemi virus Corona Covid-19 masih terus bergulir. Penolakan kali ini datang dari mantan pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman. 

Pelatih yang kini menangani Barito Putera itu meminta agar Liga 1 tidak dilanjutkan bila pandemi Covid-19 belum reda. Djadjang menganggap langkah itu terlalu berbahaya bila dipaksakan. 

"Keselamatan dan kesehatan tetap harus jadi prioritas. Kalau pandemi ini belum berakhir, saya pikir tidak memungkinkan kita melakukan aktivitas olahraga termasuk bermain bola dan melanjutkan kompetisi," ujar Djajang dilansir dari laman resmi klub Barito, Rabu (6/5/2020).

Djadjang yang pernah membawa Persib Juara Liga Super Indonesia 2014 pun mengapreseasi langkah PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku pengelola kompetisi saat meminta masukan dari klub-klub. Sebab masukan ini nantinya sangat bergunda bagi mereka dalam menentukan nasib kompetisi Tanah Air. 

"Saya pikir sangat bijaksana ketika PSSI dan LIB meminta masukan dari klub dan memperhatikan status yang dikeluarkan oleh BNPB akibat pandemi COVID-19 ini, karena keselamatan dan kesehatan bangsa lebih penting dari apapun," kata pria yang akrab disapa Djanur itu.

"Jadi, kita tunggu saja arahan dari PSSI dan PT. LIB selanjutnya," ujarnya.

 

2 dari 3 halaman

Pandemi Covid-19 di Tanah Air

Tira Persikabo Vs Persebaya Surabaya
Perbesar
Pemain Persebaya Surabaya merayakan gol yang dicetak Aryn Williams ke gawang Tira Persikabo pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (9/11). Persebaya tahan imbang Tira Persikabo 2-2. (Bola.com/Yoppy Renato)

Saat ini, kompetis di Indonesia termasuk Liga 1 masih ditangguhkan menyusul pandemi virus Corona Covid-19 yang juga melanda Tanah Air. PSSI memutuskan menghentikannya hingga 29 Mei 2020. 

Namun hingga saat ini, pandemi Covid-19 di Indonesia masih berlangsung. Data yang dikeluarkan pemerintah per 5 Mei 2020 mencatat setidaknya 12.071 orang positif Covid-19. Sebanyak 872 dinyatakan meninggal dunia (belum termasuk PDP dan ODP) dan 2.197 lainnya sembuh. 

Pemerintah telah menetapkan darurat nasional atas pandemi ini. Namun bila status ini tidak diperpanjang, maka muncul rencana untuk menggulirkan kembali kompetisi pada Juli mendatang.

Sebaliknya, bila akhirnya diperpanjang  maka kompetisi kemungkinan besar akan dihentikan total.

3 dari 3 halaman

Tunggu Keputusan Pemerintah

Sebelumnya, PT LIB selaku operator kompetisi di Tanah Air telah meminta agar kompetisi musim ini dihentikan. Namun PSSI telah menegaskan, penghentian Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020 sepenuhnya bergantung kepada keputusan pemerintah atas situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air. Sikap ini tertuang dalam surat bernomor 1098/UDN/135/V-2020 bertanggal 5 Mei 2020.

"Mengenai kelanjutan pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan 2, PSSI tetap berpedoman pada Peraturan Kesehatan dan Status Tanggap Darurat COVID-19 yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia," tulis PSSI dalam surat yang ditandatangani Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi, dilansir dari Antaranews.com.

Permintaan LIB sendiri disampaikan oleh Direktur Operasional LIB Sudjarno, Senin lalu. Dia mengatakan kepada bahwa kebanyakan klub meminta Liga 1 dan 2 2020 dihentikan. Dan sebagai pengganti liga, klub-klub mengusulkan agar diadakan turnamen baru di sisa tahun 2020.

Usulan klub-klub tersebut dimasukkan LIB ke dalam surat dengan nomor 187/LIB-COR/V/2020 yang ditandatangani oleh Direktur Utama LIB Cucu Somantri dan dikirimkan ke PSSI pada Senin (4/5).

Berdasarkan itu, LIB di suratnya menyarankan kepada Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan agar "Kompetisi Liga 1 dan 2 tidak dilanjutkan (dihentikan) dan subsidi yang diberikan kepada klub Liga 1 dan 2 tahun 2020 sebesar 450 juta, dengan rincian klub Liga 1 sebesar Rp350 juta dan klub Liga 1 sebesar Rp100 juta".

 

 

Lanjutkan Membaca ↓