4 Pemain Indonesia Berlabel Bad Boy yang Pernah Berurusan dengan Polisi

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 06 Mei 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 06 Mei 2020, 19:00 WIB
Trivia - Pemain Bad Boys di Indonesia
Perbesar
Trivia - Pemain Bad Boys di Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)

Jakarta - Sebagai pesepak bola tentu memiliki beban berat di dalam dan luar lapangan karena menjadi panutan buat masyarakat luas. Namun, pada kenyataannya ada pula pemain Indonesia yang malah melakukan tindakan tidak terpuji hingga berurusan dengan Kepolisian.

Maroyitas kasus yang melibatkan pemain di Indonesia adalah tindakan penganiayaan. Hal itu tak terlepas dari sikap tempramental dan sukar mengendalikan emosi yang dimiliki sang pemain.

Uniknya, mayoritas kasus justru terjadi di luar lapangan. Tindakan tidak terpuji itu terjadi ketika sang pemain sedang tidak membela klubnya.

Bukannya memberikan contoh yang baik, namun para pemain ini justru melakukan tindak penganiayaan terhadap masyarakat. Meskipun mayoritas kasus berakhir tanpa penahanan, akan tetapi ada juga pemain yang harus merasakan dinginnya tembok penjara.

Serangkaian sikap tidak terpuji itulah membuat label Bad Boy melekat pada pemain-pemain ini. Tentu saja, tindakan tidak terpuji seperti ini sangat disayangkan mengingat mereka merupakan pemain profesional yang memiliki banyak penggemar.

Bola.com mengumpulkan beberapa pesepak bola Indonesia yang pernah berurusan dengan Kepolisian. Berikut ini pemain-pemain sering melakukan tindakan-tindakan kontroversial di dalam dan luar lapangan.

2 dari 5 halaman

Oktovianus Maniani

Oktovianus Maniani
Perbesar
(Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Oktovianus Maniani sejatinya merupakan pemain dengan kepribadian baik dan agak pemalu. Namun, tingkah lakunya sempat perhatian dari publik.

Pada 2015, Okto diperiksa Kepolisian atas dugaan tindak kasus suap jelang laga Persebaya Surabaya melawan Pusamania Borneo FC. Namun, ketika itu Okto hanya diperiksa sebagai saksi.

Lama tak terdengar, Okto mengejutkan publik setelah melakukan tindakan tidak terpuji di Liga 2 2019. Pemain berusia 29 tahun itu menusuk wasit dengan bendera tendangan sudut.

Tindakan tidak terpuji itu membuat PSSI memberikan sanksi tegas kepada Okto berupa larangan bermain selama enam bulan. Musim ini, Okto sudah kembali bermain dan membela Persiba Balikpapan di Liga 2.

3 dari 5 halaman

Patrich Wanggai

Patrich Wanggai berurusan dengan Kepolisian pada 2019. Kejadian itu bermula setelah Patrich Wanggai diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga Yogyakarta.

Kejadian bermula ketika Patrich Wanggai dan korban sama-sama berada sebuah Kafe di Yogyakarta. Kemudian ada keributan dan korban dipukul pada bagian pelipis.

Patrich Wanggai dilaporan dan ditetapkan tersangka kasus 351 KUHP melalui Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tertanggal 2 Juli 2019. Namun, pemain asal Papua itu tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor.

4 dari 5 halaman

Saddil Ramdani

Pemain Sayap Berbahaya Shopee Liga 1 2020
Perbesar
(Bola.com/Yoppy Renato)

Saddil Ramdani baru berusia 21 tahun, namun sudah dua kali terlibat dengan Kepolisian. Kasus pertama terjadi pada November 2018 karena kasus penganiayaan yang dilakukan Saddil Ramdani terhadap ASR yang merupakan kekasihnya. Beruntung, ketika itu kasus Saddil berhasil ditangguhkan oleh pihak Kepolisian.

Namun, inisiden itu ternyata tak membuat Saddil kapok. Pada April 2020 Saddil kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian akibat kasus yang sama yakni penganiayaan.

Saddil Ramdani resmi ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan oleh Polres Kendari pada Sabtu (4/4/2020). Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor 109/III/2020/Res Kendari per 28 Maret 2020. Dia diduga melakukan kekerasan terhadap kerabat pelapor, Irwan. Namun, Saddil tidak ditahan dan hanya dikenai wajib lapor.

5 dari 5 halaman

Diego Michiels

Borneo FC - Diego Michiels
Perbesar
(Bola.com/Adreanus Titus)

Diego Michiels bisa dibilang sebagai pesepak bola Indonesia yang paling sering berurusan dengan Kepolisian. Pemain naturaliasi itu sudah empat kali berurusan dengan Polisi karena tindakannya di luar lapangan.

Pada 2012, Diego Michiels harus mendekam di penjara selama 3 bulan 20 hari setelah melakukan tindakan penganiayaan di klab malam Jakarta. Diego memukul korban setelah secara tidak sengaja bersenggolan.

Dua tahun berselang, Diego kembali berulah dengan memukul petugas keamanan perumahan. Diego meluapkan kekesalannya kepada petugas keamanan setelah kehilangan laptop.

Pada 2016, Diego ditahan di Mapolres Samarinda karena melakukan penganiayaan terhadap manajer sebuah klab malam. Adapun yang terakhir, pada 2017 Diego Michiels juga melakukan tindakan pemukulan terhadap pengunjung kafe di Kemang, Jakarta.

Polisi akhirnya menetapkan pesepak bola Diego Michiels sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan. Namun, Polisi tidak melakukan penahanan. Kini, tingkah laku Diego Michiels semakin baik apalagi setelah menikah pada 2019.

Sumber: Berbagai Sumber

Lanjutkan Membaca ↓