FIFA Suntikkan Dana Rp 7,7 Miliar, PSSI Tetap Alami Kesulitan Finansial

Oleh Ario Yosia pada 30 Apr 2020, 14:10 WIB
Diperbarui 30 Apr 2020, 14:10 WIB
Timnas Indonesia
Perbesar
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, saat latihan di Lapangan G, Senayan, Jakarta, Rabu, (19/2/2020). Pada sesi latihan kali ini Timnas menjalani tes fisik dengan menggunakan alat Smart Gate. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Jakarta - Sekalipun mendapat kucuran dana subsidi sebesar Rp7,7 miliar dari FIFA, PSSI bakal tetap memotong gaji pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dan para asistennya. Pelatih asal Korea Selatan itu akan dapat perlakuan sama seperti pesepak bola dan pelatih yang berkecimpung di kompetisi domestik Tanah Air.

Ia hanya akan menerima 25 persen gajinya saja per bulan. Dalam rapat virtual terakhir pada pekan lalu, Ketua Umum PSSI, Mohammad Iriawan, menurut anggota Komite Eksekutif, Yoyok Sukawi mengatakan bahwa PSSI saat ini juga tidak memiliki uang.

Sama halnya seperti yang dirasakan para klub peserta kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Di tengah situasi sulit, untungnya FIFA menyuntikkan dana bantuan sebesar 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp7,7 miliar.

"Bantuan FIFA itu kan untuk PSSI supaya organisasi bisa tetap berjalan. Bisa untuk membayarkan gaji karyawan, pelatih Timnas Indonesia, kampanye memerangi COVID-19," ujar Yoyok.

Meski demikian, Yoyok mengaku keterbatasan jumlah bantuan dari FIFA tidak memungkinkan untuk membayar gaji karyawan, maupun staf pelatih Timnas Indonesia.

Besaran gaji yang bakal diterima masing-masing karyawan maupun staf masih dalam pembahasan dan belum diputuskan Iwan Bule cs..

"Berapa besarannya itu belum diputuskan. Misalnya kalau 25 persen, dana itu habis paling 2-3 bulan tidak sampai setahun. Mudah-mudahan semua mengerti, pelatih timnas juga bisa memahami kondisi ini," katanya.

Yoyok mengatakan kebijakan pemotongan gaji itu sama seperti yang telah disampaikan PSSI ke klub, belum lama ini. PSSI saat itu menetapkan pemain hanya dapat gaji 25 persen setelah Liga 1 dan Liga 2 ditunda akibat pandemi corona COVID-19.

2 dari 2 halaman

Besar Gaji Shin Tae-yong

Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong
Perbesar
Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memberikan arahan saat latihan Timnas U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Senin (13/1/2020). Pria asal Korsel ini menjalankan tugas perdananya dengan memantau dan memberikan arahan di seleksi timnas U-19. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Besaran gaji Shin Tae-yong sendiri sebagai pelatih Timnas Indonesia tak diketahui detail. Pastinya, gajinya lebih kecil dibanding pelatih asing sebelumnya, Luis Milla.

Saat dipercaya menukangi Timnas Indonesia dari tahun 2017-2018, Milla dilaporkan menerima gaji Rp2 miliar per bulan dari PSSI. Jika dikalkulasi selama satu tahun, mantan pemain Barcelona dan Real Madrid itu dapat Rp24 miliar.

Shin Tae-yong kabarnya hanya menerima setengah saja dari jumlah yang didapat Milla. PSSI mendapat bantuan dari pemerintah lewat Kemenpora dalam urusan penggajian tersebut.

Namun, melihat perkembangan terkini di mana pemerintah sibuk mengurusi COVID-19, subsidi silang gaji pelatih timnas bakal tidak lancar pengucurannya. PSSI kudu putar otak untuk menutupinya.

Pelaksana Tugas Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan sampai saat ini belum ada surat dari FIFA tentang penggunaan bantuan Rp7,7 miliar untuk seluruh federasi di tengah pandemi virus corona.

"Pasti nanti ada penjelasan dari FIFA untuk apa saja penggunaan dananya," ucap Yunus singkat.

Disadur dari Bola.com (Ario Yosia/Ario Yosia, published 30/4/2020)

 

Lanjutkan Membaca ↓