Pandemi Corona Covid-19 Belum Reda, Dokter FIFA Minta Kompetisi Jangan Digelar Dulu

Oleh Luthfie Febrianto pada 29 Apr 2020, 12:00 WIB
Diperbarui 29 Apr 2020, 12:00 WIB
img_fifa-021210.jpg
Perbesar
Logo FIFA dari markas besarnya di Zurich, Swiss. Foto diambil pada 20 Oktober 2010 jelang biding Piala Dunia 2018 dan 2022.AFP PHOTO/SEBASTIAN DERUNGS

Liputan6.com, Zurich - Kepala bagian medis FIFA Michel D'Hooghe bereaksi terhadap keinginan sejumlah operator liga untuk memulai lagi kompetisi di tengah pandemi virus Corona Covid-19. Ia meminta keinginan itu tidak dilaksanakan.

"Jika ada situasi di mana argumen medis harus menang melawan ekonomi, inilah saatnya. Ini bukan soal uang, ini soal hidup dan mati. Sangat sederhana," ujar D'Hooghe seperti dilansir Sportskeeda.

Beberapa operator seperti Liga Spanyol, Inggris dan Italia sedang mewacanakan untuk menggelar lagi kompetisi. Meskipun, pandemi virus Corona Covid-19 belum mereda.

Alasannya, keuangan klub akan semakin terancam jika kompetisi tetap tidak ada karena pandemi virus Corona. Pasalnya, klub-klub kehilangan pemasukan dari hak siar dan penjualan tiket pertandingan.

Selain itu, klub juga harus berhadapan dengan masalah kontrak pemain. Rata-rata, kontrak para pemain akan habis pada Juni dan Juli.

Jika kompetisi bergulir lagi di luar dua bulan itu, klub harus mengontrak lagi pemainnya. Padahal, masih ada musim 2020/21 yang juga belum jelas kapan akan dimulai.

2 dari 3 halaman

Harus Berhati-hati

Anak-anak Spanyol Penuhi Jalanan Usai Terkurung Lockdown
Perbesar
Seorang ayah dengan anak-anaknya mengenakan masker untuk mencegah virus corona berjalan-jalan di jalan pejalan kaki Carlos III, di Pamplona, Spanyol utara (27/4/2020). (AP Photo/Alvaro Barrientos)

Menurut situs Wolrd O Meters, Rabu (29/4/2020) pukul 10.00 WIB, ada 3,1 juta lebih orang yang dinyatakan positif virus Corona di seluruh dunia. Sebanyak 217.893 orang meninggal dunia dan 955.811 orang dinyatakan sembuh.

Situasi yang masih gawat itu membuat D'Hooghe mengimbau semuanya untuk berhati-hati termasuk sektor sepak bola.

"Setiap orang harus berhati-hati saat ini. Saya mendengar di banyak negara mereka ingin bermain sepak bola lagi, dengan atau tanpa penonton," ujarnya mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Liga Belanda dan Prancis Berhenti

Di sisi lain, Liga Belanda dan Prancis memutuskan untuk meniadakan musim 2019/20. Tim yang memuncaki klasemen di masing-masing liga pun tidak akan diberikan gelar juara.

Di Liga Belanda, keputusan itu membuat Ajax Amsterdam gagal menjadi kampiun. Sementara di Prancis, PSG harus memupus harapannya juara kendati unggul 12 poin di puncak klasemen.

Lanjutkan Membaca ↓