Bos La Liga Berharap Spanyol Tak Ikuti Prancis Larang Sepak Bola

Oleh Thomas pada 29 Apr 2020, 09:30 WIB
Diperbarui 29 Apr 2020, 09:30 WIB
Javier Tebas

Liputan6.com, Madrid- Presiden La Liga Javier Tebas mengkritik keputusan pemerintah Prancis yang melarang pertandingan sepak bola kembali digelar hingga September. Tebas berharap pemerintah Spanyol tak mengambil kebijakan serupa.

Seperti diketahui, Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe pada Selasa (28/4/2020) telah mengumumkan tidak ada acara olahraga di negaranya setidaknya sampai bulan September akibat pandemi virus corona Covid-19.

Philippe dalam pernyataannya juga menegaskan bila musim 2019-2020 tidak bisa dilanjutkan lagi. Pengelola Ligue 1 akan mengadakan rapat darurat membahas nasib kompetisi pada Rabu ini.

Ligue 1 akan mengambil keputusan apakah ada tim yang menjadi juara atau tidak di musim 2019-2020. Sebelumnya Liga Belanda telah dibatalkan dan diputuskan tak ada tim yang juara.

Langkah Prancis ini membuat heran Tebas. Dia menilai tidak seharusnya sepak bola dan acara olahraga dilarang sampai September. Tebas khawatir dengan nasib sepak bola profesional Prancis dengan adanya keputusan ini.

 

 

2 dari 3 halaman

Komentar

"Saya tidak mengerti mengapa lebih berbahaya bermain sepak bola di balik pintu tertutup, dengan semua tindakan pencegahan, daripada bekerja di jalur perakitan atau berada di kapal nelayan," kata Tebas.

"Menurut saya itu [keputusan Perancis] terburu-buru. Jika ada sektor ekonomi penting yang tidak bisa dimulai lagi, mereka bisa berakhir menghilang. Itu bisa terjadi pada sepakbola profesional," lanjut Tebas.

3 dari 3 halaman

Spanyol Harus Lanjut

Javier Tebas
Presiden La Liga, Javier Tebas (kanan) saat menghadiri SPORTELAsia 2018, di Hotel Shangri-La, Singapura, Rabu (14/3/2018) malam. (SportelAsia)

Tebas berharap pemerintah Spanyol tak mengikuti langkah Prancis. Dia meminta pemerintah Spanyol untuk meniru Jerman yang sudah membolehkan tim sepak bola berlatih dan akan kembali memulai kompetisi.

"Negara lain sdah mulai berlatih. Itu contoh yang perlu diikuti. Sepak bola merupakan mesin ekonomi penting di Spanyol. Kami akan terus fokus pada reaktivasinya, tetapi secara bertanggung jawab mengikuti rekomendasi kesehatan," pungas Tebas.

Lanjutkan Membaca ↓