Pandemi Virus Corona Covid-19 Buat Resah Bek Real Madrid

Oleh Luthfie Febrianto pada 28 Apr 2020, 16:30 WIB
Diperbarui 28 Apr 2020, 16:30 WIB
Bantai Zaragoza 4-0, Real Madrid Lolos ke Perempatfinal Copa del Rey
Perbesar
Bek Real Madrid, Raphael Varane berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Real Zaragoza pada pertandingan Copa del Rey (Piala Raja) di stadion La Romareda di Zaragoza (29/1/2020). Real Madrid melaju mantap ke perempatfinal Copa del Rey setelah mengalahkan Zaragoza 4-0. (AFP Photo/Jose Jordan)

Liputan6.com, Madrid - Bek Real Madrid, Raphael Varane mengakui dampak pandemi virus corona covid-19 cukup terasa. Menurutnya, para pemain kini mengalami nasib yang tidak menentu.

"Tidak ada tanggal pasti sekarang. Mari lihat kapan kami akan kembali ke Madrid untuk berlatih dan bermain," ujar Varane seperti dilansir Football Espana.

Pandemi virus corona memang belum mereda. Menurut situs World O Meters, Selasa (28/4/2020), ada 3,06 juta lebih orang di seluruh dunia yang dinyatakan positif.

Sebanyak 211.609 orang meninggal dunia dan 922.397 orang sembuh. Amerika Serikat (AS) menempati urutan pertama negara dengan kasus positif terbanyak yakni 1,010 juta kasus dengan 56.803 orang meninggal.

Spanyol berada di urutan kedua dengan 229.422 kasus dan 23.521 meninggal dunia. Sementara, sebanyak 120.832 orang dinyatakan sembuh.

Pemerintah Spanyol masih memberlakukan lock down untuk mencegah penyebaran virus corona. Akibatnya, kegiatan yang mengundang keramaian termasuk olahraga dilarang.

 

2 dari 3 halaman

Berpikir Jangka Pendek

Suasana Kota Barcelona Setelah Spanyol Berlakukan Lockdown
Perbesar
Warga berjalan di sepanjang La Ramblas, Barcelona, Spanyol, Minggu (15/3/2020). Pemerintah Spanyol memberlakukan lockdown setelah negara berpenduduk 47 juta jiwa itu terdampak virus corona COVID-19 paling parah kedua di Eropa setelah Italia. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Varane mengatakan, para pemain saat ini hanya berpikir jangka pendek. Pasalnya, belum ada kejelasan terkait nasib kompetisi.

Menurut bek asal Prancis itu, akan sulit bagi pemain untuk merancang latihan jika tidak ada kepastian.

"Tidak ada yang pasti untuk saat ini dan tidak mudah untuk berlatih. Kami berlatih untuk satu hari ke hari lain," ujarnya mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Masih Ragu

Di sisi lain, nasib kompetisi Liga Spanyol masih menggantung. Pihak operator ingin tim-tim sudah dapat berlatih pada Mei bulan depan.

Namun Menteri Kesehatan Spanyol, Salvador Illa tidak sepakat. Ia memprediksi, Liga Spanyol belum dapat berlangsung sebelum musim panas.

"Saya tidak dapat mengatakan kepada Anda bahwa sepak bola profesional bisa digelar lagi sebelum musim panas," terang Salvador Illa, seperti dilansir Diario Sport.

Lanjutkan Membaca ↓