3 Duet Striker Menakutkan Manchester United pada Era Premier League

Oleh Ario Yosia pada 22 Apr 2020, 19:00 WIB
Diperbarui 22 Apr 2020, 19:00 WIB
Manchester United Logo

Jakarta - Manchester United merupakan tim tersukses Inggris sepanjang era Premier League. Kesuksesan mereka dalam mengoleksi titel tidak lepas dari kehadiran duet tajam di lini depan. 

Setan Merah sering memamerkan kerja sama antara dua striker dalam tim. Penyerang itu rajin mencetak gol dengan kemampuan untuk saling bermain satu sama lain dan mampu mendorong ketakutan kepada lawan.

Namun, Manchester United tidak lagi menggunakan duet penyerang sejak Ferguson pensiun. Hingga akhirnya muncul Marcus Rashford dan Anthony Martial di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer musim ini.

Keduanya mungkin telah meletakkan penanda musim ini seandainya Rashford tidak cedera sejak awal Januari. Rashford sudah mencetak 19 kali sebelum dia absen, sementara Martial mendekati gol terbaiknya untuk United, setelah mencetak golnya yang ke 15 musim ini melawan Watford.

Beberapa duo striker legendaris telah menghiasi Manchester United selama bertahun-tahun, tetapi siapa yang paling mematikan dari mereka semua?

2 dari 4 halaman

Eric Cantona dan Mark Hughes

kapten Manchester United di era Premier League
Eric Cantona (AFP/Gerry Penny)

Eric Cantona menjadi salah satu arsitek dimulainya dominasi Man United di Liga Premier, sejak bergabung dengan klub pada November 1992. Tim itu sangat membutuhkan pencetak gol dan pemain Prancis itu ternyata sesuai dengan apa yang diharapkan Sir Alex.

Setelah kedatangannya, Setan Merah kehilangan hanya dua pertandingan di liga dan kemudian mengangkat trofi Liga Premier perdana dan Piala Liga pertama mereka dalam 26 tahun.

Di Old Trafford, Cantona membentuk kemitraan dengan Mark Hughes dan mereka berdua bekerja sama dengan sangat baik untuk menjadi ujung tombak Manchester United.

Pemain asal Wales telah mengubah kariernya setelah bergabung kembali dengan United dari Barcelona pada musim panas 1988.

Mereka berdua hanya bermain dua setengah musim bersama-sama tetapi berhasil membentuk salah satu kekuatan serangan paling mematikan dalam sejarah klub.

Mereka memenangkan dua gelar Liga Premier, satu Piala FA dan dua trofi Community Shield sebelum Hughes meninggalkan Old Trafford untuk bergabung dengan Chelsea menjelang musim1995-1996. Sedangkan Cantona pensiun pada akhir musim 1996-1997.

3 dari 4 halaman

Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney

Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo (AFP PHOTO/ANDREW YATES)
Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo (AFP PHOTO/ANDREW YATES)

Kemitraan antara Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney menerangi Liga Premier selama lima musim sebelum bintang Portugal itu berangkat ke Santiago Bernabeu. Pada saat itu, merekaberdua telah membentuk salah satu dari duo penyerang terhebat dalam sejarah Man United.

Awal kemitraan dimulai pada musim panas 2004 ketika Rooney bergabung dengan klub dari Everton. Pada saat itu, Ronaldo telah menyelesaikan musim pertamanya dengan Setan Merahdan telah memenangkan trofi pertama Piala FA.

Pada musim 2006-2007, keduanya mencetak 23 gol untuk United. Musim berikutnya, mereka berhasil mencetak 60 gol, dengan Ronaldo 42 gol dan Rooney mencetak 18 gol. Mereka kemudian mencetak 46 gol di musim terakhir sebelum Ronaldo menuju ke Spanyol.

Pada saat itu, mereka berdua telah memenangkan 3 gelar Liga Premier, 2 Piala Liga, satu Community Shield, satu Piala Dunia Klub FIFA dan satu Liga Champions UEFA.

4 dari 4 halaman

Dwight Yorke dan Andy Cole

Dwight Yorke dan Andy Cole
Dwight Yorke dan Andy Cole (manutd.com)

Andy Cole, sebenarnya merupakan produk akademi Arsenal. Namun, ia meninggalkan klub London Utara tersebut untuk mndapatkan lebih banyak kesempatan bermain. Namanya terangkat dalam satu setengah musim membela Newcastle United, yaitu pada musim 1993/1994 dan separuh musim 1994/1995.

Pemain kelahiran 15 Oktober 1971 ini berperan besar bagi pencapaian bersejarah Newcastle, yaitu finis di urutan ketiga Liga Primer Inggris 1993-1994 dan berhak tampil di kompetisi Piala UEFA pada musim selanjutnya. Kesempatan ini adalah penampilan pertama The Magpies di kompetisi antarklub Eropa selama lebih dari dua puluh tahun. Bersama klub berseragam putih-hitam tersebut, Cole tampil impresif dengan mencetak total 68 gol dalam 84 pertandingan.

Penghargaan sebagai pemain muda terbaik musim 1993/1994 membuat Manchester United tertarik untuk mendatangkannya. Niat Ferguson memboyong anak muda kelahiran Nottingham ini akhirnya kesampaian pada pertengahan musim 1994/1995. Cole menandatangani kontrak bersama Red Devils pada bulan Januari 1995, dengan mahar sekitar 7 juta paun plus Keith Gillespie.

Selama membela Manchester United, Cole telah berpasangan dengan beberapa pemain hebat di lini depan. Dari sang raja asal Prancis, ‘King Eric’ Cantona, hingga winger genius asal Rusia, Andrei Kanchelskis, dan tentu saja, trio Yorke-Sheringham-Solksjaer. Namun, yang paling berkesan bagi para pencinta sepak bola dunia adalah chemistry Cole dan Yorke.

Sejak kedatangan Yorke pada awal musim 1998-1999, duet ini menjelma menjadi salah satu duet penyerang paling mengerikan di Eropa. Bersama-sama, Yorke dan Cole mencetak 97 gol untuk Manchester United. Mereka juga memenangi tiga gelar Liga Primer Inggris, serta masing-masing satu Piala FA dan trofi Liga Champions.

 

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta, published 9/3/2020)

Lanjutkan Membaca ↓