Mengenang MotoGP Argentina 2015: Awal Rivalitas Sengit Marc Marquez - Valentino Rossi

Oleh Hendry Wibowo pada 22 Apr 2020, 05:00 WIB
Diperbarui 22 Apr 2020, 05:00 WIB
Marc Marquez
Perbesar
Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, saat terjatuh pada MotoGP Argentina 2015.

Jakarta - Perseteruan Marc Marquez dan Valentino Rossi merupakan salah satu contoh rivalitas klasik di MotoGP. Pada awalnya Marquez yang lebih junior mengidolai Rossi.

Masalahnya saat naik kelas ke MotoGP 2013, Marquez sukses tampil kompetitif. Yang artinya, kenyamanan seorang Rossi di kelas tertinggi mulai terganggu.

Perlahan tapi pasti, hubungan keduanya berubah bak air dan api. Puncaknya adalah senggolan yang Rossi lakukan terhadap Marquez di MotoGP Malaysia 2015.

Namun pada sebuah kesempatan, Rossi pernah mengklaim, pada MotoGP 2015, Marquez sebenarnya sudah kesal dengannya sejak lomba putaran ketiga di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina.

Di MotoGP Argentina, Marquez memang tampil sangat dominan sejak awal lomba. Start sebagai pole position, ia berstatus pemimpin lomba.

Rossi sendiri kala itu hanya start urutan delapan. Namun ia bisa bangkit dan puncaknya balapan tersisa tiga lap lagi, Rossi sudah menempel Marquez.

Hanya saja di Tikungan 5 lap 22, Marquez menabrak ban belakang Rossi. Pembalap asal Spanyol itu pun terjatuh dan gagal finis.

Sebaliknya, Rossi akhirnya finis pertama atau kemenangan keduanya saat itu. Podium pertama yang membuatnya bisa bersaing jadi juara dunia sampai putaran terakhir.

2 dari 3 halaman

Firasat Rossi

Ekspresi Rossi dan Marquez Di Sepang
Perbesar
Pembalap asal Spanyol Marc Marquez (kanan) melihat kearah Pembalap Italia Valentino Rossi (kiri) saat press conference di Sepang International Circuit, Malaysia, 22 October 2015. (EPA / Fazry Ismail)

Rossi sendiri punya firasat, sejak insiden di Argentina, Marquez mulai berubah. Sang junior seperti selalu agresif ketika berduel dengannya.

Faktanya selepas Termas de Rio Hondo, Rossi-Marquez memang kembali mengalami insiden di Sirkuit Assen, Belanda dan puncaknya di Sirkuit Sepang.

"Menurut saya, dia sangat marah sejak di Argentina karena dia berpikir saya sengaja melakukannya," kata Rossi tahun 2015 lalu.

"Tentu saja dia juga sangat marah dengan balapan di Assen (Belanda)," tambah The Doctor-julukan eks pembalap Ducati dan Honda itu.

Dalam setiap keterangannya tahun 2015 lalu, Marquez selalu berkilah tidak menyimpan dendam terhadap Rossi, utamanya soal kejadian di Termas de Rio Hondo.

"Hubungan kami sekarang baik-baik saja, kami dua pembalap yang mampu membedakan kehidupan di dalam maupun di luar sirkuit," Marquez menerangkan.

Namun faktanya di trek, Rossi-Marquez berulang kali terlibat insiden di MotoGP 2015. Yang puncaknya adalah kejadian yang sukses menyedot perhatian dunia di Sepang.

3 dari 3 halaman

Selebrasi Rossi

valentino rossi
Perbesar
Valentino Rossi mengenakan jersey tim sepak bola Argentina saat merayakan kemenangkan MotoGP di sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina pada April 2015. (AFP/Juan Mabromata)

Namun terlepas dari insidennya dengan Marquez di Termas de Rio Hondo, selebrasi kemenangan Rossi saat itu juga sukses menyita perhatian dunia.

Rossi memang dikenal sebagai pembalap yang memiliki cara unik untuk melakukan selebrasi kemenangan. Di Argentina, ia menggunakan kostum sepak bola legenda negara tersebut, Diego Maradona.

Kebetulan Rossi-Maradona memang memiliki hubungan bail. Hanya saja Aksinya itu, membuat Rossi begitu dicintai publik Argentina sampai sekarang.

"Kenapa sebagian besar penonton di sini mendukung Rossi? Jawabannya sederhana: Rossi adalah Maradona di dunia balap motor," ucap seorang fan MotoGP asal Argentina.

 

 

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Hendry Wibowo/Editor: Hendry Wibowo, published 21/4/2020)

Lanjutkan Membaca ↓