Lebih dari 40 Ribu Desa Bentuk Relawan untuk Lawan Corona Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 20 Apr 2020, 17:10 WIB
Diperbarui 20 Apr 2020, 17:10 WIB
Mendes PDT Abdul Halim Iskandar di KPK
Perbesar
Mendes PDT Abdul Halim Iskandar(Liputan6.com/Fachrul Rozie)

Liputan6.com, Jakarta- Lebih dari 40 ribu desa tercatat telah membentuk relawan desa lawan Corona Covid-19 yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).  Kini jumlah relawan tersebut mencapai satu juta warga.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa Relawan Desa Lawan Corona Covid-19 sudah berperan aktif dalam pemantauan COVID – 19. Selain melakukan pendataan pemudik, para relawan juga telah menyediakan ruang isolasi desa.

“42% desa di Indonesia telah melakukan aktivitas pemantauan pemudik,” kata Abdul Halim melalui bnpb.go.id.

Kemendes PDTT mencatat, sudah ada 8.945 desa yang mendirikan ruang isolasi dengan fasilitas tempat tidur berjumlah lebih dari 35.000. Ruang isolasi itu dibuat di beberapa tempat seperti balai desa, ruang pertemuan desa, sekolah, maupun rumah penduduk yang dikosongkan.

2 dari 3 halaman

Serius Persiapkan Desa

Sementara itu, hingga Minggu 19 Maret 2020, ada sekitar 24.519 warga dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) yang tersebar di sejumlah desa di 17 provinsi, seperti di Provinsi Jawa Barat, 1.779 desa dengan 11.832 ODP, Riau 168 desa dengan 8.988, NTB 67 desa dengan 891, dan Bali 208 desa dengan 501.

Abdul Halim berharap, relawan desa lawan covid-19 menjadi desa mandiri yang lebih serius dalam mempersiapkan desanya dengan penyediaan fasilitas bagi warganya.

Di samping itu, setiap desa kini telah mendapat panduan dalam pencegahan untuk membantu pelaksanaan di lapangan. Sejumlah aktivitas tercantum dalam panduan tersebut, seperti memberikan edukasi mengenai covid-19 kepada masyarakat, hingga penanganan logistik terkait isolasi.

 

3 dari 3 halaman

Data dan Periksa Tamu

Desa yang telah membentuk tim akan melakukan pengaktifan pos jaga gerbang desa yang berlaku 24 jam. Hal ini bertujuan untuk mendata dan memeriksa tamu yang ingin memasuki desa.  

Pendataan tersebut meliputi kondisi kesehatan dan tempat domisili sebelum memasuki desa. Apabila mendapati warga dengan kondisi kurang sehat, relawan akan mencatat dan menyarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

(Balwa Ramadhan/Mg)

Lanjutkan Membaca ↓