Pengelola Sirkuit Assen Siap Batalkan MotoGP Belanda Karena Corona Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 20 Apr 2020, 18:50 WIB
Diperbarui 20 Apr 2020, 18:50 WIB
MotoGP, Valentino Rossi
Perbesar
MotoGP Belanda di sirkuit Assen pun terancam batal karena pandemi virus corona covid-19 (Vincent Jannink / ANP / AFP)

Liputan6.com, Assen- Kapan MotoGP 2020 digelar masih tanda tanya, begitu juga dengan kelangsungan MotoGP Belanda di sirkuit Assen. Pengelola pun siap untuk membatalkan balap yang baru pertama kali terjadi sejak 1949.

Sirkuit Assen, Belanda, merupakan satu-satunya trek yang tak pernah absen dari kalender MotoGP sejak kejuaraan itu bergulir pertama kali pada 1949. Meski begitu, melihat situasi dunia akibat pandemi virus corona (Covid-19), Assen legawa jika harus batal menggelar balapan tahun ini.

Hal tersebut dinyatakan oleh mantan pimpinan Dutch TT kepada koran Algemeen Dagblad, Jos Vaessen, yang menyatakan bahwa cukup mustahil bagi Assen untuk menggelar balapan yang berpotensi dihadiri 100.000 orang pada 26-28 Juni mendatang.

Ini menyusul kebijakan pemerintahan Belanda, yang bertekad memperpanjang masa karantina wilayah melebihi bulan Juni. Atas alasan ini, pengelola Sirkuit Assen pun meyakini bahw balapan MotoGP tahun ini kemungkinan besar harus ditunda, atau bahkan dibatalkan.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


10 Balapan Saja Tetap Sukses

MotoGP Belanda 2019
Perbesar
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, saat beraksi pada MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, Belanda, Minggu (30/6/2019). Vinales sukses menjadi juara dengan catatan waktu 40 menit 55,415 detik. (AP//Peter Dejong)

Sirkuit Sachsenring yang harusnya menggelar MotoGP Jerman pada 19-21 Juni, yakni sepekan sebelum MotoGP Belanda, telah memutuskan untuk menunda balapan karena pemerintah Jerman memperpanjang larangan penyelenggaraan gelaran besar sampai 31 Agustus, dan Vaessen yakin Assen bisa mengikuti jejak Sachsenring.

"Kami tak yakin bisa menjamu 100.000 orang pada tanggal tersebut. Inilah alasan Dorna (Sports, promotor MotoGP) menyusun kalender balap alternatif, yang dimulai pada Agustus. Semusim dengan 10 balapan tetap bisa dibilang sukses. Assen akan dapat tempat, antara pertengahan Agustus dan akhir September," ujar Vaessen seperti yang dikutip Motorsport.com.

 


Tak Tutup Peluang Absen Setahun

Meski begitu, Vaessen menyatakan pihaknya juga takkan keberatan jika Assen memang harus dihapus dari kalender balap MotoGP 2020. Secara finansial, trek ini dinyatakan masih memiliki cukup simpanan dana jika memang harus absen setahun dari MotoGP.

"Saya tak melihat adanya kepanikan di Assen. Semua orang tenang soal ini. TT (Assen) telah berdiri nyaris selama 100 tahun dan telah melewati banyak situasi. Selain itu, ada finansial yang cukup, karena balapan di sini selalu sukses. Jadi tak ada kecemasan jika kami harus absen setahun," ungkap Vaessen.

Sirkuit Assen versi awal dibangun pada 1925 untuk menggelar Dutch TT dan sejak itu selalu aktif menggelar balapan-balapan nasional dan internasional, serta hanya pernah nonaktif pada tahun 1940-1945 akibat Perang Dunia II.

Disadur dari Bola.net (Anindhya Danartikanya,published 20/4/2020,published 20/4/2020)

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya