Harry Maguire Ajak Rekannya di Manchester United Bahas Soal Wacana Pemotongan Gaji

Oleh Hendry Wibowo pada 19 Apr 2020, 18:50 WIB
Diperbarui 19 Apr 2020, 18:50 WIB
5 Bek Garang di Premier League Musim ini

Manchester - Harry Maguire sudah mengajak bicara soal pemotongan gaji dengan penggawa Manchester United. Wacana itu sendiri muncul sebagai bentuk kepedulian Maguire pada keberlangsungan klub di tengah masa pandemi virus corona Covid-19.

Sebagaimana yang diketahui, wabah virus corona yang melanda Inggris membuat kompetisi sepak bola harus dihentikan untuk sementara. Dengan demikian, kondisi finansial klub terkena imbas buruknya.

Selain membayar pemain, manajemen juga harus menggaji 900 karyawannya yang masih tetap bekerja. Sebenarnya beban mereka bisa terasa ringan kalau mau menerima skema cuti dari pemerintah.

Skema cuti, atau yang dikenal dengan istilah furlough, membuat klub hanya perlu membayar stafnya 20 persen dan sisanya ditanggung pemerintah. Namun, Manchester United memilih untuk tidak mengikuti skema tersebut. 

Artinya untuk bertahan hidup, Manchester United harus memangkas gaji para pemainnya yang memang tidak bisa beraktivitas lantaran aturan swakarantina. Maguire selaku kapten tim bertugas untuk melakukan mediasi.

2 dari 2 halaman

Mediasi Dilakukan Maguire

kapten Manchester United di era Premier League
11. Harry Maguire dipercaya menjadi kapten Manchester United pada awal musim 2020 ini.(AFP/Oli Scarff)

Sejauh ini, kata mantan pemain Leicester City tersebut kepada Sky Sports, pembicaraan berjalan dengan positif. Diskusinya sendiri dilakukan secara intens tiap pekan.

"Pertama-tama saya merasa bahwa setiap klub akan berbeda. Saya menjalani diskusi tiap pekan dengan klub soal bagaimana kami ingin berjalan ke depan serta cara memantaunya," ujar Maguire.

"Saya hanya bisa berkata seperti itu mewakili klub kami, kami akan terus terus melakukan evaluasi dan mengawasinya tiap pekan," lanjutnya.

Keputusan pemangkasan gaji tidak bisa diambil dengan begitu mudahnya oleh manajemen Manchester United. Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan terlebih dahulu. Sebab, ini menyangkut hak para pemain juga.

"Saya yakin setiap pekan kami akan melakukan evaluasi, melihat posisi kami berada, dan melihat apa yang harus dilakukan mengenai penangguhan atau pemangkasan gaji," tambah pria berusia 27 tahun tersebut.

"Setiap klub akan memiliki kebijakan yang berbeda, punya situasi yang berbeda, dan saya yakin setiap kapten akan berbicara sebagai perwakilan klub dalam soal itu," pungkasnya.

Langkah pemangkasan gaji sendiri sudah dilakukan oleh banyak klub besar Eropa lainnya. Salah satunya adalah Juventus, yang sudah mencapai kesepakatan dengan para pemainnya sejak beberapa pekan lalu.

Sumber: Daily Mail

Disadur dari: Bola.com (penulis/editor, Hendry Wibowo, published 19/4/2020)

Lanjutkan Membaca ↓