Djanur Lega, Asisten Pelatih Barito Putera Dinyatakan Sembuh dari Corona Covid-19

Oleh Gregah Nurikhsani pada 16 Apr 2020, 18:25 WIB
Diperbarui 16 Apr 2020, 18:25 WIB
Asisten pelatih Timnas Indonesia U-22, Yunan Helmi. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Perbesar
Asisten pelatih Timnas Indonesia U-22, Yunan Helmi, memberikan instruksi saat latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Selasa (8/1). Latihan ini merupakan persiapan jelang Piala AFF U-22. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Jakarta Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, lega dan bersyukur setelah asistennya, Yunan Helmi dinyatakan sembuh dari virus corona Covid-19 sehingga bisa bekerjasama lagi dengannya.

Sosok asal Lamongan yang juga legenda hidup Barito Putera ini telah 27 hari menjalani isolasi dan perawatan intensif di rumah sakit khusus rujukan bagi penderita COVID-19 di Banjarmasin.

Yunan Helmi merupakan pasien dengan kode Ulin-01 yang dinyatakan sembuh oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GGTP), Senin (13/4/2020) sore.

"Petugas medis memperbolehkan pasien kode Ulin-01 pulang. Karena sudah dinyatakan sembuh total," kata M. Muslim, juru bicara GTPP COVID-19 Banjarmasin.

Coach Djanur, sapaan akrab Djadjang, senang dengan kabar tersebut. Ia sudah tak sabar ingin segera bekerjasama lagi.

"Saya bersyukur coach Yunan (Helmi) bisa sembuh dan kembali ke rumah," kata pelatih Barito Putera itu.

"Semoga terus sehat dan bisa kerjasama lagi dengan saya di Barito Putera," sambungnya.

 

2 dari 2 halaman

Kronologi Kejadian

Yunan Helmi
Perbesar
Yunan Helmi, pelatih Barito Putera. (Bola.com/Aditya Wany)

Sebelumnya, manajer Barito Putera, Mundari Karya, mengungkapkan kronologi asisten pelatih Yunan Helmi dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Banjarmasin. Pria berusia 45 tahun itu disebutkan mengalami sakit demam dan gejala yang mirip virus Corona.

"Sekitar pekan lalu, coach Yunan Helmi mengalami demam. Lalu kami memeriksakannya. Waktu itu kami masih berada di Banjarbaru, lokasi kedua kami selain Banjarmasin. Di sana, ada beberapa pemain terindikasi terkena demam berdarah. Termasuk coach Yunan Helmi juga," ujar Mundari ketika dihubungi Bola.com, 16 Maret 2020.

Sepulangnya dari Banjarbaru ke Banjarmasin, kondisi Yunan Helmi kembali memburuk. Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia U-22 ini terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Suaka Insan, Banjarmasin, selama satu pekan.

"Waktu diperiksa di Banjarbaru, ternyata tidak positif demam berdarah. Hanya demam sedikit saja. Begitu pulang ke Banjarmasin, dia merasa demam lagi. Masuk ke rumah sakit. Dirawat satu pekan di sana," tutur Mundari.

Karena gejalanya, Yunan Helmi dipindahkan dari RSU Suaka Insan ke RSUD Ulin pada akhir pekan lalu. Dia kemudian dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Disadur dari: Bola.com (penulis/editor, Gregah Nurikhsani, published 16/4/2020)

Lanjutkan Membaca ↓