WHO Sebut Corona Covid-19 10 Kali Lebih Mematikan daripada Flu Babi

Oleh Liputan6.com pada 15 Apr 2020, 16:30 WIB
Diperbarui 15 Apr 2020, 16:30 WIB
Liputan 6 default 4
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta- World Health Organization (WHO) meminta seluruh negara di dunia terus memerangi virus corona COVID-19. Badan kesehatan dunia itu menyebut virus ini 10 kali lebih mematikan daripada flu babi yang jadi pandemi global tahun 2009.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pertemuan daring di Jenewa pada hari Senin pekan ini, waktu setempat.

"Kami tahu bahwa Corona COVID-19 menyebar dengan cepat dan kami tahu itu mematikan, 10 kali lebih mematikan daripada pandemi flu 2009," kata Tedros seperti dikutip dari Straits Times pada Selasa (14/4/2020).

Maka dari itu, Tedros mengatakan bahwa WHO akan terus menerus mempelajari tentang virus corona covid-19 atau yang dikenal juga dengan sebutan SARS-CoV-2 baru ini. Dia mengatakan bahwa diperlukan vaksin untuk benar-benar menekan virus ini dan menghentikan penularannya.

WHO memperkirakan, vaksin ini kemungkinan baru ada sekitar 12 hingga 18 bulan lagi.

 

 

 

2 dari 4 halaman

Kasus Flu Babi di Dunia

Dalam pemaparannya, WHO mengatakan bahwa 18.500 orang meninggal dunia karena flu babi atau H1N1 pada 2009.

Namun catatan Lancet memperkirakan, setidaknya jumlah korban mencapai 151.700 hingga 575.400. Hal ini karena mereka memperkirakan kematian di Afrika dan Asia Tenggara yang tidak dihitung oleh WHO.

3 dari 4 halaman

Berakhir Setahun Kemudian

Kepala WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus (AFP)
Perbesar
Kepala WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus (AFP)

Pandemi flu babi dinyatakan sebagai Juni 2009 dan dinyatakan usai setahun kemudian, pada 2010.

Hal ini setelah penyakit tersebut tidak semematikan seperti yang ditakutkan ketika mereka pertama kali ditemukan.

4 dari 4 halaman

Masih Prihatin

Pada kesempatan tersebut, Tedros prihatin akan masih ditemukannya kasus hingga berkali-kali lipat setiap harinya. Namun, dia menegaskan apabila negara-negara berkomitmen untuk menemukan kasus awal, menguji, mengisolasi, dan merawat setiap kasus serta melacak setiap kontak, mereka bisa mengendalikan virusnya.

"Langkah-langkah pengendalian hanya dapat dicabut apabila langkah-langkah kesehatan masyarakat diterapkan secara benar, termasuk kapasitas yang signifikan untuk pelacakan kontak," kata Tedros seperti dikutip dari France24.

(Giovani Dio Prasasti/Fitri Syarifah)

 

Lanjutkan Membaca ↓