Masker Kain Dapatkan Turunkan Risiko Tertular Virus Corona Covid-19, Simak Penjelasannya

Oleh Liputan6.com pada 13 Apr 2020, 14:45 WIB
Diperbarui 13 Apr 2020, 14:45 WIB
Pemkot Tangerang Produksi Masker Kain
Perbesar
Masker dari bahan kain yang diproduksi oleh peserta pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Larangan, Tangerang, Senin (6/4/2020). Pemkot Tangerang memproduksi sendiri masker kain untuk didistribusikan ke wilayah Tangerang di tengah pandemi virus corona Covid-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta- Masyarakat diminta tertib menggunakan masker kain. Ini salah satu kiat upaya menangkal tertular dari virus corona covid-19.

Ya, penggunaan masker bagi semua masyarakat memang menjadi salah satu cara untuk menekan penularan Corona Covid-19. Apalagi, sekarang adabeberapa kasus positif tak bergejala sehingga sulit mengenali apakah seseorang terjangkit atau tidak.

Dokter M. Hud Suhargono, Humas Keluarga Penyangga Indonesia mengatakan bahwa individu yang tak bergejala dan bebas berinteraksi dengan lainnya berpotensi menularkan ke orang lain terutama yang rentan.

"Kami menilai ketika aturan social dan physical distancing sukar diterapkan, maka penggunaan masker kain untuk umum dinilai cukup efektif untuk menurunkan risiko penularan corona COVID-19," kata Hud dalam siaran pers yang diterima Health Liputan6.com.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

 

 

2 dari 5 halaman

Rekomendasi CDC

Selain itu, masker kain dianggap lebih mudah didapatkan oleh masyakarat ketimbang masker medis. Bahkan, masyarakat bisa membuat sendiri masker kain, tentu dengan tutorial sesuai arahan pemerintah.

Hud juga mengatakan, Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat telah merekomendasikan penggunaan masker kain buatan sendiri untuk alternatif penggunaan masker bagi masyarakat pada awal April 2020.

 

3 dari 5 halaman

Masker Salah Satu Strategi Pencegahan

Pemkot Tangerang Produksi Masker Kain
Perbesar
Seorang ibu memperlihatkan masker dari bahan kain yang diproduksi di Balai Latihan Kerja (BLK) Larangan, Tangerang, Senin (6/4/2020). Pemkot Tangerang memproduksi sendiri masker kain untuk didistribusikan ke wilayah Tangerang guna mencegah penyebaran virus corona Covid-19 (Liputan6.com/Angga Yuniar)

CDC mengatakan bahwa masker bedah dan N95 sebaiknya digunakan oleh tenaga kesehatan di fasilitas medis karena keterbatasan jumlah.

"Masker sebaiknya digunakan oleh semua orang, bukan hanya orang yang sedang sakit batuk, pilek, dan panas," kata Hud.

 

4 dari 5 halaman

Sadar Perlindungan Diri

Sosialisasi penggunaan masker kain pada masyarakat ini merupakan upaya untuk lebih meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan diri sendiri, serta keluarga dan orang lain di sekitarnya.

"Yang perlu ditekankan dalam kampanye penggunaan masker kain untuk publik ini adalah, bahwa masker adalah bagian satu paket strategi pemutusan rantai penularan COVID-19 ini," kata Hud dalam pesannya.

5 dari 5 halaman

Cuci Tangan yang Utama

Namun, Hud menegaskan, menggunakan masker kain hanya salah satu stratgi dari upaya kita untuk menghindari dari tertular virus corona covid-19.

"Strategi utama tetap, yaitu cuci tangan dengan air mengalir dan sabun dan social dan physical distancing, serta lebih banyak melakukan kegiatan di rumah," Hud menegaskan.

 Sumber: Kanal Health Liputan6.com 

Lanjutkan Membaca ↓