Kisah Casey Stoner di MotoGP, Juara Dunia Bersama Ducati dan Honda

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 13 Apr 2020, 13:50 WIB
Diperbarui 13 Apr 2020, 13:50 WIB
Casey Stoner
Perbesar
Casey Stoner saat menjadi juara dunia MotoGP bersama Ducati pada 2007. (MotoAus.com)

Jakarta - Casey Stoner dikenal sebagai pembalap yang tangguh saat berada di lintasan MotoGP pada medio 2006 hingga 2012. Selama tujuh tahun berkiprah di kategori teratas balap motor dunia itu, pembalap asal Australia tersebut sukses meraih dua gelar juara dunia dengan tim yang berbeda, yaitu Ducati dan Honda.

Setelah menjadi runner-up kelas 250cc pada 2005, Casey Stoner dipromosikan ke level MotoGP dan bergabung bersama Tim Honda. Namun, setelah menjalani tahun debut di kelas MotoGP dengan menduduki peringkat kedelapan pada akhir musim, Stoner berpindah tim. Ducati jadi senjata barunya.

Seakan menemukan setelan yang cocok bersama Ducati, Stoner menjadi pembalap yang sulit ditaklukkan pada musim 2007. Ia memulai MotoGP 2007 dengan menjuarai seri perdana di Qatar. Dari 18 balapan yang dijalaninya pada musim itu, Stoner hanya empat kali gagal meraih podium.

14 podium, dengan 10 seri di antaranya berakhir sebagai pemenang lomba, membuat Stoner menjadi yang terbaik pada musim 2007. Pembalap asal Australia itu menjadi juara dunia bersama Ducati dengan mengemas 367 poin kejuaraan, unggul 125 poin dari rival terdekatnya, Dani Pedrosa yang berkendara untuk Honda.

Sayangnya, setelah sukses meraih gelar juara dunia pada musim perdananya bersama Ducati, Stoner seakan kesulitan untuk bisa mempertahankan performanya. Dalam tiga musim berikutnya bersama Ducati, Stoner seperti mengalami penurunan.

Pada musim 2008, Stoner hanya meraih kemenangan dalam enam seri, bahkan sempat tidak finis dalam dua seri di Brno dan Misano. Namun, karena dominasi kuat Valentino Rossi yang menjadi juara pada musim tersebut, dan penampilan tidak konsisten Dani Pedrosa membuat Stoner masih bisa menyelesaikan musim di peringkat kedua.

Sayangnya, kehadiran Jorge Lorenzo yang menjadi rookie pada 2008 membuat Stoner mulai kehilangan sinar kegemilangan pada musim 2009. Pembalap asal Australia itu mulai harus menerima kenyataan kalah saing dengan Rossi, Lorenzo, dan Pedrosa.

Dalam dua musim berturut-turut, yaitu 2009 dan 2010, Casey Stoner pun harus puas hanya berada di peringkat keempat pada akhir musim, berada di belakang ketiga pembalap saingannya itu.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Kembali ke Honda

Casey Stoner - Repsol Honda
Perbesar
Casey Stoner. (dok. MotoGP)

Casey Stoner kemudian meninggalkan Ducati dan kembali ke pelukan Honda, tim yang pertama bekerja sama dengannya di level MotoGP. Saat itu usianya sudah 25 tahun, dan dipercaya masih mampu bersaing di level atas dengan pembalap seperti Lorenzo, Rossi, dan Pedrosa.

Keputusannya bergabung bersama Honda pun bisa dikatakan sangat tepat. Musim pertamanya kembali ke tim pabrikan Jepang itu, Stoner langsung melesat kembali ke performa terbaiknya.

Ia langsung memperlihatkan performa luar biasa dengan menjuarai seri perdana di Qatar. Meski kehilangan poin di seri kedua yang digelar di Portugal, Stoner bangkit dan menyelesaikan musim dengan luar biasa.

Tak sekalipun Stoner keluar dari podium sepanjang musim selain kegagalan di Portugal dan batalnya balapan di Malaysia. Stoner naik podium sebanyak 16 kali, di mana 10 di antaranya menjadi pemenang lomba. Pembalap asal Australia itu seakan membuktikan kualitasnya yang luar biasa setelah berganti tim.

Namun, Stoner hanya dua musim bersama Honda. Setelah menjadi juara dunia MotoGP 2011, Stoner pensiun pada akhir musim 2012. Meski gagal menjadi juara dunia pada musim terakhirnya, Stoner mampu tetap bersaing di level atas.

Stoner menyelesaikan kariernya dengan berada di peringkat ketiga pada MotoGP 2012, di belakang Jorge Lorenzo yang menjadi juara dan rekan setim Stoner, Dani Pedrosa, yang menjadi runner-up.

"Kami memiliki memori bersama Stoner dan Honda. Mulai sejak ia tiba di Repsol Honda pada 2011, kami memiliki hubungan yang sangat dekat dan selalu senang berbicara soal balapan dan hal-hal teknis. Tentu saja kemenangan pada 2011 akan menjadi kenangan spesial bagi kami," ucap Wakil Presiden Honda Racing Coorporation, Shuhei Nakamoto kepada Casey Stoner seperti dimuat dalam situs resmi MotoGP, Selasa (24/11/2015).

"Bahkan setelah ia sudah tidak membalap lagi, saya masih sering menghabiskan waktu bersamanya. Kami ingin mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah ia berikan. Kami harapkan yang terbaik baginya dan keluarganya," katanya mengakhiri pembicaraan.

 

Disadur dari Bola.com (Penulis / Editor Benediktus Gerendo Pradigdo, Published 13/4/2020)

Lanjutkan Membaca ↓