Mengenang Batalnya Kunjungan MU ke Indonesia akibat Teror Bom

Oleh Rizki Hidayat pada 12 Apr 2020, 22:00 WIB
Diperbarui 12 Apr 2020, 22:00 WIB
Manchester United
Perbesar
Manchester United merayakan keberhasilan menjuarai Premier League 2008-2009. (AFP/Adrian Dennis)

Jakarta - Manchester United (MU) coba mengakhiri kerinduan 34 tahun pendukung di Indonesia dengan menjadwalkan laga pramusim di Tanah Air pada 2009. Sayang, pemain MU urung tampil di Stadion Gelora Bung Karno akibat aksi terorisme.

Pada 14 Januari 2009, manajemen The Red Devils mengumumkan akan melakoni tur pramusim ke Asia. Negara di Asia yang bakal disambangi MU adalah Malaysia, Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Untuk melakoni pertandingan pramusim tersebut, MU yang kala itu diasuh Sir Alex Ferguson memboyong 22 pemain, mulai dari Wayne Rooney, Michael Owen, Dimitar Berbatov, Luis Nani, Rio Ferdinand, Paul Scholes, hingga Ryan Giggs.

Pengumuman tersebut disambut euforia pendukung Manchester United yang ada di Indonesia. Sebanyak 77 ribu lebih lembar tiket habis terjual. Fans MU di Tanah Air tak hanya ingin menyaksikan penampilan Rooney dan kawan-kawan, namun juga merayakan titel juara liga ke-18 yang berhasil diraih pada 2008/2009.

Di sisi lain, pemain Indonesia yang tergabung dalam Indonesia All Star tidak sabar menjajal kemampuan The Red Devils. Tim Indonesia yang diperkuat Boaz Solossa, Bambang Pamungkas, hingga Firman Utina siap merepotkan MU.

"Saya berharap bisa berduel dengan Paul Scholes karena sama-sama berposisi di lini tengah. Dia pengatur serangan yang andal dan salah satu yang terbaik di dunia," kata Firman Utina seperti dilansir Setanmerah.net.

"Saya ingin membuat Paul Scholes pulang ke Inggris dengan rasa penasaran karena bermain melawan saya," lanjut Firman Utina yang saat itu memperkuat Pelita Jaya.

2 dari 3 halaman

Teror Bom Buyarkan Rencana MU ke Indonesia

img_por_mu.jpg
Perbesar
Striker MU, Wayne Rooney berpelukan dengan Ryan Giggs setelah membukukan hat-trick dalam kemenangan 4-1 dari Portsmouth pada laga Liga Premier di Fratton Park, Portsmouth, 28 November 2009. AFP PHOTO/Adrian Dennis

Manchester United dijadwalkan akan menghadapi Indonesia All Star di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 20 Juli 2009, dan mendarat di Indonesia sehari sebelum pertandingan. Namun pada 17 Juli 2009, sebuah tragedi memilukan terjadi di Jakarta.

Dua hotel megah yang terletak di kawasan bisnis Mega Kuningan, JW Marriott dan Ritz-Carlton, diguncang bom dahsyat. Aksi teroris yang didalangi Noordin M. Top tersebut menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari 50 orang.

Sontak kejadian tersebut membuat Manchester United terkejut, begitu juga dengan publik di Indonesia. MU yang ketika itu baru mendarat di Kuala Lumpur, Malaysia langsung menggelar konferensi pers, dan akhirnya membatalkan kunjungan ke Indonesia.

"Kami mendapat berita saat kami mendarat dan itu sangat mengecewakan. Saya belum pernah ke Indonesia sebelumnya dan saya tahu FA Indonesia (PSSI) telah bekerja sangat keras dalam hal ini," ujar Ferguson pada 17 Juli 2009.

"Ini adalah berita yang mengerikan, tetapi kami telah memutuskan apa yang saya yakini sebagai keputusan tepat dalam hal melindungi pemain kami," lanjutnya seperti dilansir The Guardian.

Akibat tragedi tersebut, Manchester United tak pernah lagi memasukan Indonesia dalam tur pramusim hingga kini. Alhasil, publik di Tanah Air lagi-lagi harus memendam hasrat menyaksikan Tim Setan Merah berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, setelah terakhir kali terjadi pada 1 Juni 1975.

3 dari 3 halaman

Arsenal, Liverpool, dan Chelsea Sambangi Indonesia

pertandingan6-130715a.jpg
Perbesar
Para fans Arsenal yang terlihat begitu antusias usai tim kesayangannya mengalahkan Indonesia Dream Team di Stadion GBK Jakarta pada Minggu 14 Juli 2013. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Empat tahun berselang, tiga klub elite Premier League mengunjungi Indonesia, yakni, Arsenal, Liverpool, dan Chelsea. Pada Juli 2013, ketiga klub tersebut bergantian menghibur suporternya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Arsenal menjadi tim pertama yang menggelar pertandingan pada 14 Juli 2013. The Gunners yang ketika itu masih diasuh Arsene Wenger mencukur Indonesia IX dengan skor telak 7-0.

Gol kemenangan Tim Meriam London ketika itu dicetak Theo Walcott (19'), Chuba Akpom 54'), Oliver Giroud (70', 73'), Lukas Podolski (83'), Kristoffer Olsson (85'), dan Thomas Eisfeld (86').

Enam hari kemudian, giliran Liverpool yang beraksi di Jakarta. Dalam lawatannya yang perdana ke Indonesia, The Reds meraih kemenangan dua gol tanpa balas atas Timnas Indonesia.

Kapten Liverpool Steven Gerrard memimpin rekan-rekannya melakukan selebrasi seusai laga melawan Indonesia XI ke Stadion GBK (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Philippe Coutinho berhasil membuka kunggulan Liverpool pada menit ke-10, sebelum akhirnya digandakan Raheem Sterling pada menit ke-88.

Tak mau ketinggalan, Chelsea ikut unjuk gigi di Jakarta pada 25 Juli 2013. Ketika itu, The Blues menghadapi tim BNI Indonesia All-Stars. Tampil dengan skuat terbaiknya, Tim London Biru mencurk Indonesia dengan skor 8-1.

Gol kemenangan Chelsea di cetak Eden Hazard (22'), Ramires (30', 57'), Demba Ba (32'), John Terry (45+1'), Betrand Traore (51'), dan Romelu Lukaku (52', 66').

 

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Rizki Hidayat/Editor: Yus Mei Sawitri, published 12/4/2020)

Lanjutkan Membaca ↓