Benarkah Ruangan Ber-AC Membuat Virus Corona Covid-19 Makin Menyebar?

Oleh Liputan6.com pada 08 Apr 2020, 18:30 WIB
Diperbarui 08 Apr 2020, 18:30 WIB
Ilustrasi Covid-19, virus corona
Perbesar
Ilustrasi Covid-19, virus corona. Kredit: Gerd Altmann via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta- Belakangan, ramai beredar kabar bahwa penyebaran virus Corona COVID-19 bisa semakin masif di dalam ruangan dengan pendingin udara atau air conditioner (AC). Ya, ruangan ber-AC disebut-sebut memengaruhi penyebaran virus itu.

AC diduga dapat menurunkan suhu dan kelembapan sehingga menjadi kondisi menguntungkan virus Corona covid-19 menyebar.

Namun, praktisi kesehatan Ari Fahrial Syam, menyebut penyebaran virus Corona COVID-19 tidak berpengaruh pada ruangan yang ber-AC. Menurut Ari, penyebaran virus ini tidak terpengaruh dengan sirkulasi udara yang disebabkan AC.

"Virus Corona tidak ada (menyebar) di udara atau airborne. Jadi, tidak terpengaruh dengan sirkulasi AC," ujar Ari dalam keterangan yang diterima Health Liputan6.com melalui pesan singkat, ditulis Senin (6/4/2020).

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Bertahan di Udara Dingin

Namun begitu, kata Ari, virus memang lebih senang hidup pada udara dingin. Itu membuat mereka bisa bertahan lama.

"Hanya saja, masalahnya virus lebih nyaman (hidup) pada udara dingin dan droplet yang menempel pada benda-benda, sehingga membuat virus bertahan lama," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Menyebar Lewat Percikan

Ilustrasi bersin
Perbesar
Ilustrasi bersin (Sumber: iStockphoto)

Ari juga menambahkan, virus Corona menular dari satu orang kepada orang lain melalui droplet (percikan). Virus bisa menular langsung dari orang yang bicara keras, batuk atau bersin di depan kita dalam jarak 1 meter.

"Selain itu, secara tidak langsung jika droplet yang mengandung virus jatuh ke meja, saklar lampu, gagang telepon, gagang pintu, atau lokasi yang biasa disentuh orang, maka hal ini juga bisa jadi sumber penularan," tambahnya.

 

4 dari 4 halaman

Perhatikan Tangan

cuci tangan
Perbesar
ilustrasi mencuci tangan/copyright Pexels/Burst

Oleh karena itu, kita harus memerhatikan, tangan kita tidak menyentuh tempat-tempat yang orang lain juga menyentuh di luar rumah. Hindari menyentuh mulut, hidung, dan mata.

Yang paling penting juga mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

"Salah satu penelitian yang dilakukan di China yang disampaikan di edaran WHO bahwa dari 75.465 pasien COVID-19 tidak ada yang melaporkan penularan melalui udara," lanjut Ari, yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

(Fitri Haryanti Harsono/Dyah Puspita W)

Lanjutkan Membaca ↓