Saat Masih di MU, Van Nistelrooy Pernah Bikin Cristiano Ronaldo Menangis

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 05 Apr 2020, 09:30 WIB
Diperbarui 05 Apr 2020, 09:30 WIB
Cristiano Ronaldo
Perbesar
Cristiano Ronaldo (kiri) dan Ruud van Nistelrooy membawa Manchester United (MU) menjuarai Piala FA 2004. (AFP/Jim Watson)

Liputan6.com, Manchester - Saat masih di Manchester United (MU), Ruud van Nistelrooy ternyata pernah membuat nangis Cristiano Ronaldo. Kejadian ini terjadi usai ayah Ronaldo meninggal dunia karena penyakit hati pada usia 52 tahun.

Ayah Ronaldo, Jose Dinis Aveiro merupakan pecandu alkohol. Saat Jose Dinis meninggal dunia, usia Cristiano Ronaldo masih 20 tahun.

"Ada sebuah cerita. Saya pikir mereka menyudahi momen saat itu dengan pertengkaran di saat ayah Cristiano meninggal. Jadi, itu bukan momen yang tepat," ucap Louis Saha, mantan penyerang MU pada 2004 hingga 2008, dikutip dari Four Four Two.

"Hal-hal seperti itu terjadi ketika dua pemain sangat bersemangat. Akan tetapi, saya yakin Ruud menyesali sejumlah perkataannya. Jadi Ruud memang membuat Ronaldo menangis," ujar Saha melanjutkan.

Setelah membuat Cristiano Ronaldo menangis, Nistelrooy langsung dipanggil manajer MU saat itu, Sir Alex Ferguson. Manajer legendaris Setan Merah itu membuat keputusan tegas yang disebut-sebut menjadi alasan Nistelrooy bergabung ke Real Madrid.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Ronaldo Menangis

Latihan Juventus
Perbesar
Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo, berlari saat latihan di Stadion Allianz, Turin, Senin (26/11). Latihan ini persiapan jelang laga Liga Champions melawan Valencia. (AFP/Marco Bertorello)

Sementara itu, mantan Direktur Komunikasi di Era Pemerintahan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Alastair Campbell memberikan kalimat yang dikeluarkan Nistelrooy hingga membuat Ronaldo menangis.

"Van Nistelrooy memberi tahu Cristiano Ronaldo bahwa Ronaldo bisa menemukan sosok ayah baru dalam diri asisten Alex Ferguson, Carlos Queiroz, tepat setelah ayah Ronaldo, yang pecandu alkohol, meninggal," ujar Alastair Campbell, dikutip dari The Times.

"Carlos meminta Van Nistelrooy menunjukkan respek kepada Ronaldo, tetapi Van Nistelrooy mengatakan bahwa dirinya tidak menghormati siapa pun di sana. Van Nistelrooy kemudian meminta maaf, tetapi Ronaldo tidak menerimanya," ujarnya menambahkan.

 

3 dari 3 halaman

Sir Alex Marah

Sir Alex Ferguson mengetahui kalimat yang membuat Ronaldo ditangisi oleh Nistelrooy. Pria asal Skotlandia itu pun marah.

"Alex, yang kemudian mendengar hal ini, meminta Van Nistelrooy kembali ke rumah. Alex tidak yakin apa yang akan dia lakukan terhadap Van Nistelrooy," kata Campbell menegaskan.

Lanjutkan Membaca ↓