Ada Wacana Dilanjutkan Bulan Mei, Liga Italia Disebut Arogan dan Tidak Bertanggung Jawab

Oleh Gregah Nurikhsani pada 02 Apr 2020, 19:59 WIB
Diperbarui 02 Apr 2020, 19:59 WIB
Logo Liga Italia Serie A

Milan - Liga Italia Serie A kemungkinan akan dilanjutkan pada tanggal 20 Mei 2020. Wacana itu diapungkan Ketua Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina.

Namun, tidak semua sependapat. Presiden Brescia, Massimo Cellino kecewa dan menyebut itu sebagai hal arogan dan tidak bertanggung jawab.

Serie A tengah dihentikan karena pandemi virus corona COVID-19. Operator liga, berdasarkan pertemuan pada Rabu (1/4/2020) kemarin lantas memunculkan rencana untuk kembali menggulirkan kompetisi pada 20 Mei.

Cellino mengaku kaget mendengar wacana tersebut. Ia berpendapat, sulit untuk menyetujui rencana itu dan menilai Serie A arogan.

"Itu keputusan yang arogan dan tidak bertanggung jawab. Acuan saya ada dua, kesehatan dan keamanaan semua orang yang terlibat dalam sepak bola Italia," ujarnya kepada La Gazzetta dello Sport.

Cellino memang tidak membeberkan solusi apa yang seharusnya dibuat oleh Serie A. Tapi ia memprediksi, musim depan sistem sepak bola di Italia bakal rumit juga.

"Setelah musim ini, musim depan pasti akan bermasalah. Bagaimana memulainya, ini akan menentukan," tambah Cellino.

"Mereka tidak boleh terlalu memaksakan keadaan. Musim seharusnya berakhir 30 Juni, lalu ada penyesuaian finansial dan kontrak pemain. Ini sama saja mereka arogan dan tidak bertanggung jawab, yang Serie A pikirkan hanya keuntungan saja," katanya lagi.

 

2 dari 2 halaman

UEFA Harus Turun Tangan

logo uefa
Logo UEFA. (AFP/Fabrice Coffrini)

Selain Serie A, masih ada Coppa Italia yang harus selesai musim ini. Cellino menganjurkan, UEFA turun tangan menangani permasalahan ini.

UEFA berencana untuk memundurkan kick-off musim 2020-2021. Itu dilakukan agar semua negara bisa menyelesaikan kompetisi musim 2019-2020.

"Masalahnya, UEFA tidak ikut-ikutan mengatur Coppa Italia. Kalau Serie A dilanjutkan, harus selesai pada 30 Juni. Apakah kami harus bermain tiap dua hari? Apakah UEFA bisa memberikan jeda 72 jam setiap pekan?" ketus Cellino.

"Kalau UEFA mau turun tangan, mereka harus menyediakan oksigen dan respirator kepada Brescia, kami akan bersyukur," sindirnya.

Sumber: Football Italia

Disadur dari Bola.com (Gregah Nurikhsani)

Lanjutkan Membaca ↓