8 Cara Menjaga Lansia dari Ancaman Terinfeksi Virus Corona Covid-19

Oleh Aning Jati pada 01 Apr 2020, 14:50 WIB
Diperbarui 01 Apr 2020, 14:50 WIB
Ilustrasi Lansia
Perbesar
Ilustrasi lansia (iStockphoto)

Jakarta Virus Corona Covid-19 dikabarkan lebih berbahaya dan mudah terpapar kepada orang lanjut usia (lansia). Meski faktanya orang-orang terpapar virus corona berasal dari beragam usia.

Empat kelompok tersebut adalah orang lanjut usia (lansia), kalangan pria, perokok, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit.

Lansia yang dimaksud adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas.

Perlu lebih waspada apabila ada kombinasi, seperti lansia yang memiliki riwayat penyakit tertentu, yakni penyintas kanker, pengidap darah tinggi, penyakit jantung, penyakit paru, dan diabetes.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang tua atau orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti diabetes atau kanker paru-paru rentan terinfeksi oleh virus corona karena kekebalan mereka yang lebih rendah.

Mereka juga dua kali lebih mungkin untuk mendapatkan komplikasi kesehatan yang serius jika mereka terkena virus corona.

Seperti dilansir dari Boldsky, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA juga mengatakan bahwa tingkat kematian akibat virus corona hampir 15 persen pada orang tua yang di atas 80 tahun, dan 2,3 persen secara keseluruhan.

Kendati orang yang lebih tua lebih rentan terhadap virus corona, ada beberapa cara di mana anggota keluarga atau diri mereka sendiri mencegah risiko terpapar virus yang kali pertama muncul di Wuhan, China, Desember lalu ini.

Bagaimana caranya? Bola.com merangkum dari Boldsky, Rabu (1/4/2020), delapan cara melindungi orang tua dari kemungkinan terinfeksi virus corona.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Hindari Pertemuan Sosial

1. Batalkan rencana bepergian

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menyarankan angggota keluarga untuk tidak membuat rencana perjalanan bagi lansia, atau jika sudah dibuat, tunda dulu.

Hal itu karena perjalanan ke tempat-tempat umum sangat berisiko. Traveling juga memerlukan transportasi dan akomodasi, yang mungkin tidak dibersihkan dengan benar, sehingga meningkatkan potensi terinfeksi.

2. Hindari pertemuan sosial

Pertemuan sosial besar berarti bertemu lebih banyak orang, lebih banyak jabat tangan, lebih banyak sentuhan konstan dengan mereka dan lebih banyak penyebaran penyakit.

Pertemuan sosial juga memungkinkan orang untuk menyentuh benda-benda yang terinfeksi oleh virus corona sehingga berpotensi menyebarkan virus.

Itulah mengapa, anak atau cucu harus selalu ingat bahwa meski orang tua atau kakek nenek mereka sedang dalam pengobatan dan kondisinya stabil, situasinya mungkin menjadi lebih buruk jika terinfeksi oleh COVID-19.

Jadi, lebih baik dari perspektif kesehatan untuk membatalkan pertemuan-pertemuan sosial, seperti klub membaca buku atau merajut untuk sementara waktu.

3. Tunda mengunjungi cucu

Dari sudut pandang ini, perjalanan akan meningkatkan potensi lansia terinfeksi. Dalam situasi seperti itu, lansia juga harus menghindari mengunjungi anak atau cucu.

Secara khusus, hal itu karena anak-anak juga dapat dengan mudah terinfeksi oleh virus karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum berkembang.

Jika lansia terkena virus corona dan mengunjungi cucu-cucu, ada kemungkinan mereka akan menularkan virus tersebut.

3 dari 4 halaman

Manfaatkan Kecanggihan Teknologi

Ilustrasi Orang Tua
Perbesar
semakin tua seseorang semakin sulit pula mereka lepas dari obat. (Ilustrasi Lansia/iStockphoto)

4. Batalkan janji bertemu dokter apabila tidak urgen

Lansia bisa jadi menghadapi banyak persoalan kesehatan sehingga pemeriksaan rutin sangat penting untuk kesehatan mereka.

Namun, CDC menyarankan lansia untuk berhati-hati saat mengunjungi dokter untuk terapi fisik atau sesi kesehatan apa pun. Coba untuk menunda dan hanya mengunjungi dokter apabila sangat mendesak.

Jika terpaksa bertemu dokter, pastikan tangan mereka dicuci dan peralatan yang ada didesinfeksi dengan baik dengan desinfektan berbasis alkohol.

Pengecualian buat lansia yang dengan masalah jantung serius atau penyakit Parkinson. Mereka perlu mempertahankan kunjungan rutin ke dokter. Dalam kasus seperti ini, ada baiknya berbicara dengan dokter lebih dahulu tentang cara yang tepat.

5. Manfaatkan kecanggihan teknologi

Sangat sulit bagi orang tua untuk menjauhkan diri dari interaksi sosial karena dapat menyebabkan pembatasan sosial, yang sudah menjadi masalah kesehatan mental utama pada orang tua.

Orang di sekeliling lansia harus memastikan bahwa mereka tidak merasa sendirian dan tetap bahagia, yang dapat dilakukan dengan mengatur pertemuan virtual (seperti Skype atau panggilan video) dengan teman atau kerabat mereka sehingga kesepian tidak akan memengaruhi kondisi pikiran para lansia.

Namun, cari waktu terbaik untuk mengenalkan teknologi baru dalam kehidupan kakek atau nenek Anda.

6. Perhatian kebersihan pendamping

Kebersihan perawat pendamping yang selama ini merawat orang tua atau kakek nenek Anda sama pentingnya dengan para lansia.

Perawat tersebut biasanya berasal dari sekelompok profesional yang berpengalaman dalam memberikan perawatan yang tepat untuk lansia dengan obat-obatan tepat waktu dan kebutuhan lainnya.

Penting untuk memeriksa kembali kebersihan perawat selama menjalankan tugasnya. Pastikan mereka mencuci tangan dengan benar dan tidak mengunjungi daerah yang terinfeksi.

 

4 dari 4 halaman

Jangan Ubah Rutinitas

7. Larangan ke Panti Jompo

Panti jompo dimaksudkan untuk memberikan perawatan dan perhatian yang tepat kepada para lansia serta memantau kesehatan rutin mereka. Lantaran lansia lebih rentan terhadap virus corona, pengunjung nonmedis ke panti jompo harus dibatasi, termasuk anggota keluarga.

Hal itu karena lansia lebih rentan terhadap virus corona dan jika tidak diambil pencegahan yang tepat, virus dapat menyebar ke orang lain yang membahayakan kesehatan semua orang di panti jompo.

Manajemen panti jompo juga harus membuat penyesuaian yang tepat sehingga lansia tetap bisa berhubungan dengan anggota keluarga maupun yang lain.

8. Jangan ubah rutinitas

Pandemi virus corona telah memengaruhi rutinitas harian setiap orang di semua tingkatan usia, termasuk lansia. Meski begitu, anggota keluarga harus tetap memperhatikan kebiasaan rutin para lansia, seperti tidur tepat waktu, makan sehat, dan olahraga setiap hari.

Hal tersebut akan membantu lansia meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu mereka tetap aman dan sehat.

Sumber: Skybold

Disadur dari Bola.com (Aning Jati,published 1/4/2020)

Lanjutkan Membaca ↓