Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda, Berawal dari Kapal Diamond Princess

Oleh Hendry Wibowo pada 25 Mar 2020, 10:35 WIB
Diperbarui 25 Mar 2020, 10:40 WIB
Terima Kasih Rio 2016, Sampai Jumpa di Tokyo 2020

Tokyo - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach menyetujui penundaan Olimpiade Tokyo 2020. Hal itu diungkap Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Artinya, suara banyak atlet agar Olimpiade 2020 yang berlangsung 24 Juli hingga 9 Agustus ditunda menjadi kenyataan.

"Saya mengajukan penangguhan sekitar setahun dan Presiden (IOC) Thomas Bach merespons dengan menyetujui 100 persen," kata Abe, seperti dilansir BBC, Selasa (24/3/2020).

Menurut Abe, keputusan penundaan tersebut diambil karena mempertimbangkan kondisi terkini terkait pandemi COVID-19.

Selain itu, kesehatan dan keselamatan atlet menjadi pertimbangan utama. Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 berharap atlet bisa tampil di Olimpiade dengan kondisi terbaik.

Berikut kronologi penundaan Olimpiade Tokyo 2020 yang ternyata dimulai dari kapal pesiar Diamond Princess.

2 dari 3 halaman

Kronologi Penundaan Olimpiade 2020

Penumpang Negatif Virus Corona Tinggalkan Diamond Princess
Kru berdiri di geladak kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Yokohama, Jepang, Jumat (21/2/2020). Sebanyak 634 dari 3.711 orang kapal pesiar Diamond Princess kini terjangkit virus corona (COVID-19). (AP Photo/Eugene Hoshiko)

5 Februari

Diamond Princess, sebuah kapal pesiar, mengkarantina 3.600 penumpang di Yokohama, Jepang, setelah perjalanan dua pekan ke Asia Tenggara. Ditemukan 128 orang di dalamnya memiliki virus Corona, kala itu jumlah terbesar di luar China.

14 Februari

Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 dan IOC mengatakan tidak ada Plan B untuk Olimpiade 2020. Padahal kala itu virus Corona telah menginfeksi hampir 64 ribu di seluruh dunia dengan hampir 1.400 kematian di China.

7 Maret

Presiden IOC, Thomas Bach, mengirimkan surat kepada semua atlet Olimpiade untuk melanjutkan persiapan menuju Tokyo 2020. "Kami, komunitas Olimpiade, dapat sekali lagi menyatukan seluruh dunia dalam kompetisi yang damai," ucap Bach kala itu.

12 Maret

Upacara penyalaan obor Olimpiade berlangsung di Olympia, Yunani, tanpa ada penonton. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyarankan Olimpiade Tokyo 2020 lebih baik ditunda ketimbang tetap berlangsung tanpa penonton.

3 dari 3 halaman

Lanjut ke Halaman Berikutnya

Asian Games 2018
Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach (Ahmad Fawwaz Usman)

17 Maret

Sekali lagi IOC mengumumkan pihaknya tetap berkomitmen penuh pada acara yang dipentaskan pada Juli kendati penyebaran global virus Corona. "Setiap spekulasi pada saat ini akan menjadi kontraproduktif. IOC mendorong semua atlet untuk terus mempersiapkan Olimpiade Tokyo 2020 sebaik mungkin," tulis keterangan IOC.

Pada hari yang sama, mulai banyak atlet bersuara soal tidak mungkin menggelar Olimpiade Tokyo 2020 sesuai jadwal. "IOC telah membahayakan kesehatan kami," kata atlet Yunani, Katerina Stefanidi. Beberapa atlet juga telah menghentikan latihan. "Kini mustahil untuk berlatih," ucap atlet Inggris, Katarina Johnson-Thompson.

19 Maret

Seakan tidak mendengar keluhan atlet dan anjuran untuk menunda gelaran Olimpiade Tokyo 2020, Presiden IOC, Bach, kembali menyebut pihaknya sedang memikirkan beberapa skenario. Tapi bukan penundaan.

22 Maret

Kanada telah mengumumkan enggan mengirimkan atlet ke Olimpiade Tokyo 2020, kecuali ditunda selama satu tahun. IOC pun melunak. Mereka menetapkan deadline sampai empat hari ke depan sebelum memutuskan apakah Olimpiade 2020 ditunda atau tidak.

24 Maret

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengumumkan Presiden IOC, Bach, telah setuju dengan proposal mereka untuk menunda Olimpiade 2020. "Kami harus memikirkan situasi terkini akibat virus Corona," ucap Abe.

Sumber: ESPN

Disadur dari Bola.com (Penulis / Editor Hendry Wibowo, Published 25/3/2020)

Lanjutkan Membaca ↓
Pakai Alat Ini, Lari Bisa 10 Persen Lebih Cepat