IOC Resmi Umumkan Penundaan Olimpiade Tokyo akibat Pandemi Corona Covid-19

Oleh Harley.Ikhsan pada 24 Mar 2020, 21:18 WIB
Diperbarui 24 Mar 2020, 21:18 WIB
Logo Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020
Perbesar
Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020.

Liputan6.com, Tokyo Komite Olimpiade Internasional (IOC) menerima permintaan Pemerintah Jepang untuk menunda pagelaran Tokyo 2020 akibat pandemi virus Corona. Pesta olahraga terbesar dunia itu bakal berlangsung tahun depan. 

Setelah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden IOC Thomas Bach menilai opsi penundaan sebagai langkah terbaik 

"Melihat kondisi saat ini dan berdasar informasi dari WHO, IOC dan Jepang berkesimpulan Olimpiade Tokyo harus ditunda paling lambat pada musim panas 2021," tulis keterangan resmi IOC.

Olimpiade 2020 seharusnya bergulir mulai 24 Juli hingga 9 Agustus. Baik IOC dan Jepang semula bersikeras ajang berlangsung sesuai rencana. 

Namun, kritik dan desakan agar event ditunda semakin keras dalam sepekan terakhir. Para atlet tidak bisa berlatih karena pandemi virus Corona sehingga kualiats kompetisi diragukan. 

Sejumlah negara bahkan sudah menegaskan tidak akan mengirim kontingen jika Olimpiade digelar sesuai jadwal, di antaranya Kanada dan Australia.

2 dari 2 halaman

Korban Terbesar

logo olimpiade
Perbesar
Logo Olimpiade. (AFP/Raphael Alves)

Olimpiade menjadi event olahraga terbesar yang terpaksa ditunda akibat pandemi Covid-19. Sebelumnya berbagai event olahraga, mulai sepak bola, bulutangkis, MotoGP, Formula 1, tenis, basket, voli, hingga tinju juga ditunda atau dihentikan sementara.

Di kancah sepak bola, liga-liga domestik di berbagai negara terpaksa dihentikan sementara. Adapun Piala Eropa dan Copa America yang seharusnya digelar tahun ini juga mundur setahun.

Dari kancah MotoGP dan F1, hingga sekarang balapan belum bergulir. Di kancah bulu tangkis, berbagai turnamen bergengsi juga dipastikan ditunda, satu di antaranya Kejuaraan Asia serta Piala Thomas dan Uber.

Lanjutkan Membaca ↓