Pandemi Corona Covid-19, Pemerintah Jepang Minta IOC Tunda Olimpiade Setahun

Oleh Harley.Ikhsan pada 24 Mar 2020, 19:25 WIB
Diperbarui 24 Mar 2020, 19:25 WIB
PM Jepang Shinzo Abe saat konferensi pers bersama Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih (7/6) (AFP PHOTO)
Perbesar
PM Jepang Shinzo Abe dikabarkan meminta kepada Komite Olimpiade Internasional agar Tokyo 2020 ditunda. (AFP PHOTO)

Liputan6.com, Tokyo - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengusulkan penundaan Olimpiade 2020 selama setahun akibat pandemi virus Corona. NHK melaporkan, Abe melontarkan ide tersebut setelah berbicara dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach dan Ketua Panitia Tokyo 2020 Yoshiro Mori, Selasa (24/3/2020).

Abe semula ngotot Olimpiade tetap akan digelar sesuai jadwal yakni 24 Juli hingga 9 Agustus mendatang. Namun, pandemi Covid-19 yang semakin membesar membuat sikapnya melunak.

Keputusan akhir soal nasib Olimpiade Tokyo 2020 bakal ditentukan IOC. Minggu (22/3/2020), IOC menyatakan bakal mengambil keputusan dalam sebulan.

Komite olimpiade sejumlah negara dalam sepekan terakhir terus menyuarakan kekhawatiran jika Olimpiade 2020 tetap dipaksakan dilangsungkan sesuai jadwal, mulai dari alasan keamanan hingga kualitas kompetisi.

Desakan untuk menunda penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 semakin besar di tengah pandemi virus Corona. Beberapa negara, organisasi cabang olahraga, dan atlet telah menyampaikan permintaan agar event olahraga terakbar tersebut ditunda. Sejumlah negara bahkan sudah menegaskan tidak akan mengirim kontingen jika Olimpiade tetap digelar, di antaranya Kanada.

2 dari 2 halaman

Sikap Indonesia

logo olimpiade
Perbesar
Logo Olimpiade. (AFP/Raphael Alves)

Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menegaskan mendukung keputusan IOC tentang pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020.

"NOC Indonesia akan sejalan dengan keputusan IOC yang sudah pasti memahami tentang keselamatan atlet Olimpiade," kata Okto.

"Prinsipnya, NOC Indonesia akan mendukung apakah Olimpiade Tokyo dilaksanakan sesuai jadwal atau ada penundaan yang ditetapkan IOC," tambahnya.

Lanjutkan Membaca ↓