Klub Serie A Diyakini Tolak Patuhi Aturan Pemerintah Italia soal Virus Corona Covid-19

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 24 Mar 2020, 07:00 WIB
Diperbarui 24 Mar 2020, 07:00 WIB
Juventus Vs Parma
Perbesar
Striker Juventus, Cristiano Ronaldo, merayakan kemenangan atas Parma pada laga Serie A di Stadion Juventus, Turin, Minggu (19/1). Juventus menang 2-1 atas Parma. (AFP/Marco Bertorello)

Liputan6.com, Roma - Seorang ahli epidemiologi Pierluigi Lopalco menyebut Serie A bakal bisa dilangsungkan pada Oktober 2020. Kasta tertinggi di sepak bola Italia ini terhenti lantaran pandemi virus corona covid-19.

Virus corona covid-19 semakin parah di Italia. Sudah lebih dari 5.000 orang meninggal dunia, yang menyebabkan Serie A diragukan kembali bergulir pada Mei mendatang.

"Saya pikir tidak mungkin bagi orang banyak untuk menghadiri pertandingan sepak bola sebelum Oktober. Prediksi saya adalah bahwa tindakan pembatasan pergerakan akan berlanjut setidaknya sampai musim panas," katanya kepada La Repubblica, dikutip Football Italia.

Namun, tanggapan berbeda dikeluarkan oleh Presiden Asosiasi Pemain Italia, Damiano Tommasi. Dia menyebut klub-klub di Italia tidak akan mematuhi peraturan pemerintah.

"Saya pikir klub-klub Serie A sedang berpikir untuk mencari jalan keluar soal keputusan negara. Sejauh ini, saya tidak tahu apa-apa," ucapnya, dikutip dari Football Italia.

"Namun, saya tidak terlalu optimistis kalau mereka bisa menyelaraskan diri dengan keputusan negara. Kita berbicara tentang kejadian bulan Maret (virus corona), berbicara tentang pemulihan yang belum diperbaiki dan belum ditentukan," ujar Tommasi.

 

2 dari 3 halaman

Kendala hingga Oktober

Inter Milan Bungkam Lazio di San Siro
Perbesar
Penyerang Inter Milan, Alexis Sanchez (kiri) berusaha mengontrol bola dari kawalan bek Lazio, Luiz Felipe pada pertandingan lanjutan Liga Serie A di stadion San Siro, Milan (25/9/2019). Inter Milan menang tipis atas Lazio 1-0 berkat gol Danilo D'Ambrosio. (AFP Photo/Marco Bertorello)

Jika Serie A diselesaikan hingga Oktober 2020, Tommasi menyebut ada masalah besar mengenai kontrak pemain. Pasalnya, ada banyak pemain yang kontraknya habis pada 30 Juni mendatang.

"Ketika Anda bermain jauh dari waktu kontrak, Anda harus merencanakan banyak hal. Saat ini, Anda tidak bisa beranjak dari tempat tinggal, sehingga sulit memprediksi."

"Saya harap kita bisa kembali ke pelatihan. Setidaknya, Italia harus menyelesaikan atau sedang membereskan momen ini," kata pria berusia 45 tahun tersebut menegaskan.

3 dari 3 halaman

Klasemen Liga Italia

Sebelum Serie A ditunda, Juventus berada di puncak klasemen. Si Nyonya Tua unggul satu poin dari Lazio.

 
Lanjutkan Membaca ↓