2 Jenis Latihan yang Bisa Tingkatkan Imunitas saat Pandemi Corona Covid-19, Dilarang Mager!

Oleh Aning Jati pada 24 Mar 2020, 06:30 WIB
Diperbarui 24 Mar 2020, 06:30 WIB
Ilustrasi berolahraga

Jakarta - Banyak masyakat bosan saat menjalani karantina mandiri di rumah seiring pandemi virus Corona. Padahal banyak aktivitas bisa dilakukan untuk mengisi waktu sembari menjaga kesehatan. 

Imbauan untuk tetap berada di rumah, setidaknya selama 14 hari, terus digaungkan karena dianggap bisa membantu mengurangi penyebaran virus Corona yang menyebabkan penyakit COVID-19.

Lebih banyak berdiam diri di rumah hingga dua pekan, tak mudah dilakukan bagi sebagian kalangan. Terutama buat mereka yang secara kehidupan sosial, sangat aktif.

Keinginan untuk menjalani kebiasaan normal seperti bertemu relasi, teman, sahabat, berkumpul di tempat-tempat umum, mungkin sudah tak tertahankan.

Namun, tetap saja mengurangi aktivitas berada di tempat umum dan bersama orang banyak, wajib dihindari atau dikurangi saat pandemi virus Corona seperti sekarang.

Sebaliknya, ada pula yang justru "terlalu menikmati" keberadaan di rumah dalam masa karantina mandiri, sehingga mereka jadi kurang produktif dalam beraktivitas alias malas bergerak (mager).

Hal tersebut juga harus dihindari karena berpotensi menurunkan kekebalan tubuh (imunitas).

Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) mengungkapkan hasil penelitian, malas bergerak bisa menurunkan imunitas tubuh. Alhasil, risiko terinfeksi virus jadi meningkat.

Untuk meningkatkan imunitas, sebaiknya melakukan latihan fisik dengan intensitas. Tetapi, jika melakukan latihan intensitas tinggi dengan volume tinggi justru menurunkan imunitas tubuh sehingga meningkatkan risiko infeksi.

Apa bedanya intensitas sedang dan tinggi? Untuk intensitas sedang seseorang masih bisa berbicara, meski terengah-engah saat latihan fisik. Sedangkan intensitas tinggi, seseorang tidak bisa berbicara saat latihan fisik.

PDSKO merekomendasikan cara tetap hidup aktif selama pandemi virus Corona penyebab COVID-19.

Dalam pesan singkat, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dari RS Mitra Kemayoran dan Klinik Slim n Health Jakarta, Michael Triangto, menyebutkan latihan apa saja yang direkomendasikan agar tetap aktif:

2 dari 4 halaman

1. Latihan Aerobik

Ilustrasi Aerobik
Ilustrasi Aerobik

Menurut Michael, latihan ini bisa dilakukan di dalam atau luar ruangan. Namun, tetap mengutamakan social distancing dan free touch activity. Berikut yang termasuk latihan aerobik:

  • jalan cepat sekeliling rumah atau naik turun tangga di dalam rumah selama 10-15 menit sebanyak 2-3 kali per hari.
  • dancing, senam aerobik via youtube, lompat tali.
3 dari 4 halaman

Latihan Kekuatan Otot

Skipping atau lompat tali
Skipping atau lompat tali (Sumber: Pixabay)

2. Latihan kekuatan otot 

Latihan kekuatan otot ini bisa dilakukan dengan mengunduh aplikasi di smartphone. Anda bisa melakukan gerakan seperti squat (jongkok-berdiri), lunges, dan push-up.

3.  Stretching break 

Selama menjalani work from home atau social distancing, hindari duduk sepanjang hari, lakukan peregangan setiap dua jam sekali. Lakukan peregangan statis dengan menahan selama 10-15 detik.

4 dari 4 halaman

Latihan Ketika Terinfeksi

virus corona
ilustrasi virus corona/copyright by diy13 (Shutterstock)

Lantas bagaimana jika tidak terinfeksi selama karantina, apa harus membatasi aktivitas fisik?

"Tak ada rekomendasi untuk membatasi aktivitas fisik apabila tidak ditemukan adanya gejala," kata Michael.

Berbeda jika terinfeksi dalam masa karantina, Michael menjelaskan apabila terinfeksi tanpa gejala, bisa melakukan latihan fisik intensitas sedang, namun selalu perhatikan gejala sebagai panduan.

"Jika mengalami demam, batuk, sesak napas, segera setop latihan dan pergi ke fasilitas kesehatan yang ditunjuk," imbuh Michael.

 

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Aning Jati/Editor: Aning Jati, published 23/3/2020)

Lanjutkan Membaca ↓