Corona Covid-19 Mengancam, Masyarakat Jepang Rela Antre Berjam-jam demi Lihat Api Olimpiade 2020

Oleh Harley.Ikhsan pada 22 Mar 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 22 Mar 2020, 14:00 WIB
Olimpiade
Perbesar
Masyarakat Jepang menyaksikan api Olimpiade 2020 di Stasiun Miyako, Minggu (22/3/2020). Api Olimpiade Jepang baru saja tiba dari Yunani. (AFP/Philip Fong)

Liputan6.com, Tokyo - Ancaman virus Corona Covid-19 tidak mengurangi antusias masyarakat Jepang untuk melihat api Olimpiade 2020 yang baru tiba dari Yunani.

Panitia sebenarnya sudah memperkecil skala acara mengantisipasi pandemi virus Corona. Namun, AFP melaporkan, puluhan ribu orang berbondong-bondong mendatangi api Olimpiade di barat laut Jepang sepanjang akhir pekan ini.

Mereka rela mengantre berjam-jam untuk melihat api Olimpiade. Banyak di antara mereka yang mengenakan masker saat mengambil gambar.

"Saya mengantre selama tiga jam, tapi menyaksikan api Olimpiade sangat membesarkan hati," kata seorang perempuan berusia 70 tahun dikutip NHK.

Sesuai tradisi, api Olimpiade pertama kali dinyalakan di Kuil Hera, Olympia, Yunani. Ajang kali ini berlangsung pada 12 Maret 2020. 

 

2 dari 3 halaman

Rute Parade Api Obor

Api Olimpiade Tiba di Jepang
Perbesar
Presiden Olimpiade Tokyo 2020 Yoshiro Mori (kiri) menyaksikan dua atlet peraih tiga kali medali emas olimpiade Tadahiro Nomura (kanan) dan Saori Yoshida menyalakan obor Olimpiade saat tiba dari Yunani di Pangkalan Udara Matsushima, Prefektur Miyagi, Jepang, Jumat (20/3/2020). (AP/Eugene Hoshiko)

Api kemudian dibawa ke Athena dan berakhir di Stadion Panathenaic, lokasi penyelenggaraan Olimpiade modern pertama tahun 1896, dan diserahkan ke delegasi Jepang.

Miyagi, Iwate, dan Fukushima dipilih sebagai lokasi awal parade api obor sebagai bagian promosi Jepang untuk memamerkan kebangkitan kawasan tersebut setelah gempa, tsunami, dan krisis nuklir 2011. Rencananya parade api obor Olimpiade berakhir di Stadion National Tokyo pada 24 Juli.

3 dari 3 halaman

Olimpiade Tetap Digelar?

Pandemi virus Corona sudah merusak kalender olahraga global, dengan kompetisi top ditangguhkan dan turnamen besar ditunda, termasuk pembatalan sejumlah kualifikasi Olimpiade 2020. Hal tersebut meningkatkan keraguan akan berlangsungnya Olimpiade Tokyo yang rencananya berlangsung 24 Juli hingga 9 Agustus mendatang.

Lanjutkan Membaca ↓