Pandemik Virus Corona Covid-19 Belum Mereda, MotoGP Jerez Masih Teka-Teki

Oleh Hendry Wibowo pada 20 Mar 2020, 10:55 WIB
Diperbarui 20 Mar 2020, 10:55 WIB
MotoGP Catalunya, Jorge Lorenzo, Valentino Rossi
Perbesar
Suasana balapan MotoGP 2018 di Sirkuit Catalunya, Spanyol, Minggu (17/6/2018). Lorenzo menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 40 menit 13,566 detik. (AP/Eric Alonso)

Jakarta - MotoGP 2020 rencananya bakal digelar 3 Mei 2020 mendatang di Sirkuit Jerez, Spanyol. Namun keberlangsungan balapan tersebut juga masih dipertanyakan seluruh tim dan pembalap mengingat pandemik virus corona yang belum reda.

Seperti diketahui, virus corona telah mengacaukan empat putaran awal musim ini sehingga kalender MotoGP 2020 mengalami beberapa kali revisi.

Mengingat situasi virus Corona belum menunjukkan bakal berakhir, Presiden IRTA (Asosiasi Tim Balap di MotoGP), Herve Poncharal meyakini tiga lomba pada bulan Mei juga terancam urung digelar.

Tiga lomba tersebut adalah Sirkuit Jerez (3 Mei), Sirkuit Le Mans, Prancis (17 Mei), dan Sirkuit Mugello, Italia (31 Mei).

"Saya melihat semua lomba di bulan Mei yaitu Jerez, Le Mans, dan Mugello juga terancam. Kami bahkan beruntung jika bisa memulai MotoGP musim ini di Katalunya, awal Juni," kata Poncharal dilansir Speedweek.

2 dari 3 halaman

Sulit 19 Lomba

Herve Poncharal
Perbesar
Pemilik tim Tech 3, Herve Poncharal

Lomba di Sirkuit Katalunya, Barcelona sendiri merupakan lomba putaran keempat pada kalender MotoGP 2020 setelah menjalani revisi.

Oleh karena itulah, jika prediksi Poncharal benar, maka ia juga pesimistis MotoGP 2020 bisa memainkan 19 lomba tersisa.

"Kami masih harus menjalani 19 lomba. Melihat situasinya, buat saya mustahil untuk melakukan semua lomba tersebut," ucap Poncharal yang juga pemilik tim Tech 3.

Sumber: Speedweek

Disadur dari: Bola.com (penulis Hendry, published 20/3/2020)

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓