Pandemi Virus Corona: Pelatih Timnas Italia Sebut Piala Eropa 2020 Sudah Tak Penting Lagi

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 16 Mar 2020, 12:22 WIB
Diperbarui 16 Mar 2020, 12:22 WIB
Intip Latihan Pemain Italia Jelang Lawan Bosnia dan Armenia
Perbesar
Pelatih Italia Roberto Mancini menghadiri konferensi pers usai menghadiri sesi latihan tim di Coverciano, dekat Florence, Italia (11/11/2019). Italia akan bertanding melawan Bosnia Herzegovina dan Armenia pada Grup J Piala Eropa 2020. (Claudio Giovannini / ANSA via AP)

Liputan6.com, Roma - Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini sudah tidak mempedulikan gelaran Piala Eropa 2020 yang jadwalnya belum pasti. Ajang ini menjadi tidak pasti karena merebaknya wabah virus Corona.

Awalnya, Piala Eropa 2020 dijadwalkan bergulir pada Juni hingga Juli 2020. Namun, ajang ini bisa saja diundur karena beberapa kompetisi di Eropa, termasuk Liga Champions dan Liga Europa mengalami penundaan.

Terlebih di Italia, Serie A saja sudah ditunda hingga 3 April 2020. COVID-19 menjadi alasan tertundanya kasta tertinggi di sepak bola Italia.

Di luar China, tempat wabah ini pertama kali ditemukan, Italia merupakan negara yang paling banyak terindikasi virus Corona. Tercatat, di Italia, ada 24.700 kasus, 1.809 di antaranya berakhir dengan kematian.

"Kami harus menunggu hingga Selasa untuk mengetahui apakah UEFA akan memutuskan menunda Piala Eropa 2020. Masalah yang kami hadapi di Italia dalam 15 hari terakhir sekarang akan terlihat di negara-negara lainnya," kata Mancini, dikutip Football Italia.

 

2 dari 4 halaman

Tak Penting

Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini.
Perbesar
Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini. (AFP/MARCO BERTORELLO)

Dengan wabah yang menjadi masalah dunia, Mancini menyebut gelaran Piala Eropa 2020 sudah tidak penting. Eks pelatih Manchester City itu lebih mementingkan keselamatan orang banyak.

"Saya tak tahu bagaimana ini akan berakhir. Namun, ada banyak hal yang lebih penting ketimbang Piala Eropa 2020, tanpa diragukan lagi," ucapnya.

"Kalau mereka menunda turnamen, kami bahkan bisa juara dalam waktu setahun itu. Hal terpentingnya adalah kesehatan semua orang dan bahwa kami semua bisa kembali ke stadion dan bersenang-senang di sana."

 

3 dari 4 halaman

Terpukul

Mancini melanjutkan, dirinya terpukul dengan wabah yang pertama kali muncul di Wuhan, China. Terlebih, sudah ribuan jiwa meninggal dunia di Italia.

"Melihat orang-orang meninggal dalam beberapa hari terakhir ini sangat melukai kami," ujar pria yang pernah menjadi allenatore Inter Milan tersebut.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓